Masa Remaja adalah tahap di mana seseorang mencari identitas mereka sendiri. Pada periode ini, mereka mengembangkan diri dengan berbagai cara sehingga mereka bisa menjadi orang dewasa yang unik. Untuk itu, mereka melakukan penyesuaian mental, menentukan peran, sikap, nilai, dan minat mereka.

Dhanastri Galihsantia atau Astri adalah salah satu remaja yang mencoba mencari jati diri melalui dunia renang. Memasuki usia 13, Dia percaya diri menjadi atlet renang dengan dukungan dari orang tuanya. Astri berlatih setiap pagi dan sore hari dari Senin hingga Sabtu. Ada saat-saat ketika dia merasa lelah dan hampir putus asa karena dia tidak dapat meningkatkan waktu berenangnya, tetapi dia selalu berusaha untuk tetap mempertahankan motivasinya. Untuk menyeimbangkan hidup, dia menghabiskan waktunya seperti remaja pada umumnya. Dia suka mengendarai sepeda dan bermain dengan teman-teman di lingkungannya. 

Namun, untuk membuat orang mengakui identitasnya sebagai perenang tidak mudah, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Hal ini karena olahraga renang tidak sepopuler olahraga lainnya. Selain itu, kebutuhan renang cukup mahal, mulai dari peralatan renang dan untuk menyewa kolam renang untuk latihan. Selain itu, untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah, mereka harus memastikan bahwa renang dapat memberikan medali dalam kompetisi nasional. 

Atlet renang muda seperti Astri sekarang bersemangat untuk mengejar mimpinya dan untuk membangun siapa dia di masa depan, Dan hal ini akan membutuhkan dukungan dari Keluarga, lingkungan dan bahkan pemerintah. Dengan begitu akan membuatnya terus berenang dan membuatnya menemukan mimpinya di setiap percikan air. 

———— ————- ————-

Ester Elisabeth Umbu Tara. Lahir dan besar di Kupang, NTT, Ester Lebih sering dipanggil Ete oleh rekan-rekan sekerjanya. Ete tertarik dengan dunia fotografi sejak bekerja bersama Perkumpulan Pikul tahun 2017. Keinginannya belajar lebih dalam akhirnya terpenuhi dengan bergabung bersama SkolMus di tahun 2018. Saat ini Ete bertanggung jawab sebagai sekretaris SkolMus dan tetap menjalankan keinginannya mengkampanyekan pangan lokal lewat komunitas Kupang Batanam. Ete akan menunjukkan karya fotonya melalui pameran Seni “Afterthought”  bersama teman-teman Kelas Fotografi Tahunan SkolMus Angkatan 7.

Category :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

31 + = 39