Apakah kamu pernah mengalami putus asa, kesedihan sepanjang hari yang tiada ada habisnya, selalu merasa bersalah, nafsu makan menurun, ada keinginan untuk bunuh diri? Pernahkah kamu merasa seakan-akan Tuhan ataupun orang-orang yang kamu sayangi meninggalkan kamu? Jika pernah, itulah gejala-gejala depresi.

Depresi? Apakah itu? Depresi adalah salah satu gangguan suasana perasaan dimana merasa sedih sepanjang hari selama lebih dari 2 minggu. Jadi jika belum mencapai 2 minggu, berarti belum mengalami depresi. Selain merasa sedih, adakah tanda dan gejala yang lain, misalnya nafsu makan menurun, merasa bersalah, meningalkan hal-hal yang disukai, mengisolasi diri, bahkan jika bertambah berat bisa memiliki keinginan untuk bunuh diri. Jika kamu mengalami hal serupa, jangan takut karena menurut penelitian terakhir, 350 juta orang di dunia mengalami depresi bahkan 17% (59 juta orang) melakukan bunuh diri.

Di Indonesia kurang lebih 17-27% orang di Indonesia mengalami depresi, berarti kira-kira sekitar 44 juta orang Indonesia mengalami depresi. Ada dua faktor resiko utama yaitu genetik dan lingkungan. Genetik biasanya faktor resikonya kecil tetapi yang paling berisiko adalah lingkungan. Kita sebagai manusia adalah homo sapiens, yaitu “makhluk yang tidak bisa tinggal sendiri”, harus berinteraksi dengan orang lain, jadi lingkungan sangat berpengaruh seperti keluarga yang broken home, tuntutan dari orang sekitar yang sangat banyak, kurangnya kasih sayang dari orang-orang terdekat.

Beberapa metode untuk menghilangkan depresi adalah meningkatkan intensitas berkomunikasi dengan Sang Pencipta, berinteraksi dengan orang lain, mencari teman cerita yang bisa di percaya, mengikuti komunitas yang positif agar bisa menyalurkan energi positif, ketemu sama dokter spesialis kejiwaan atau psikiater dan cobalah untuk jatuh cinta karena bisa menurunkan gejala depresi (Zarghi Et Al tahun 2014).

——- ——- ——— ——- ———– ———

Aldens Magdalena Tualaka atau lebih sering disapa Aldens mulai menyukai dunia visual sejak tahun 2009. Ketertarikannya untuk mengeksplorasi lebih jauh terkait visual, membawanya mengikuti kelas fotografi SkolMus dan Komunitas Film Kupang. Hal ini juga ditunjang dengan hobi yang suka jalan-jalan dan mengeksplorasi tempat baru, inilah yang membuatnya semakin mencintai dunia fotografi. Berprofesi sebagai seorang dokter di salah satu RS swasta di Kota Kupang, tidak menyurutkan niat dan semangatnya dalam bidang fotografi.

Category :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

+ 66 = 75