Fotografer : Silvania S. E. Mandaru

Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang biasanya dikenal dengan keadaan “tanah yang kering” seringkali diidentikkan dengan kesulitan bahan pangan. Persepsi yang keliru ini terpatahkan pada saat Festival Pangan Lokal di Desa Oh Aem, Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang (14/06/2018).

Kisah mama- mama dari desa Oh Aem mampu menyulap bahan pangan lokal seperti kacang Arbila, pisang tanah, sorgum dan sarang madu hutan yang tersedia dari halaman, kebun dan hutan mereka, menjadi hidangan lokal seperti Luat Mauf (sambal sarang lebah), perkedel jantung pisang, nasi sorgum dan berbagai hidangan lokal lainnya yang tak kalah unik. 

Bahan-bahan pangan lokal yang sederhana diolah dengan sederhana pula namun mampu menghasilkan hidangan kreatif yang memunculkan rasa-rasa alami yang kuat dan menggugah selera. Beautiful, Hearty Rustic food. 

Sungguh kaya potensi bahan pangan lokal NTT, ibarat harta yang terpendam dalam “tanah kering” yang selama ini selalu ada namun sering kali tidak terlihat kemilaunya. Semuanya ada dan tersedia oleh alam di depan mata, namun maukah kita membuka mata dan melihat potensi tersebut? 

—————— —————— —————— —————— —————— ————-

Silvania S. E Mandaru merupakan salah satu dari peserta kelas Fotografi angkatan 7 yang karyanya telah dipamerkan di Pameran dan Pagelaran Seni Afterthought di Taman Budaya Gerson Poyk tanggal 28 – 30 Mei 2019.

Lebih senang dipanggil Freny dan tertarik dengan dunia fotografi sejak duduk di bangku kuliah S1 pada tahun 2002. Food photography merupakan genre kegemarannya. Freny saat ini berprofesi sebagai dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi-FISIP, UNDANA.