Fotografer : Elisabeth Umbu Tara

Masa Remaja adalah tahap di mana seseorang mencari identitas mereka sendiri. Pada periode ini, mereka mengembangkan diri dengan berbagai cara sehingga mereka bisa menjadi orang dewasa yang unik. Untuk itu, mereka melakukan penyesuaian mental, menentukan peran, sikap, nilai, dan minat mereka.

Dhanastri Galihsantia atau Astri adalah salah satu remaja yang mencoba mencari jati diri melalui dunia renang. Memasuki usia 13, Dia percaya diri menjadi atlet renang dengan dukungan dari orang tuanya. Astri berlatih setiap pagi dan sore hari dari Senin hingga Sabtu. Ada saat-saat ketika dia merasa lelah dan hampir putus asa karena dia tidak dapat meningkatkan waktu berenangnya, tetapi dia selalu berusaha untuk tetap mempertahankan motivasinya. Untuk menyeimbangkan hidup, dia menghabiskan waktunya seperti remaja pada umumnya. Dia suka mengendarai sepeda dan bermain dengan teman-teman di lingkungannya. 

Namun, untuk membuat orang mengakui identitasnya sebagai perenang tidak mudah, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Hal ini karena olahraga renang tidak sepopuler olahraga lainnya. Selain itu, kebutuhan renang cukup mahal, mulai dari peralatan renang dan untuk menyewa kolam renang untuk latihan. Selain itu, untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah, mereka harus memastikan bahwa renang dapat memberikan medali dalam kompetisi nasional. 

Atlet renang muda seperti Astri sekarang bersemangat untuk mengejar mimpinya dan untuk membangun siapa dia di masa depan, Dan hal ini akan membutuhkan dukungan dari Keluarga, lingkungan dan bahkan pemerintah. Dengan begitu akan membuatnya terus berenang dan membuatnya menemukan mimpinya di setiap percikan air. 

—————— —————— —————— —————— —————— ————-

Perkenalkan Ester Elisabeth Umbu Tara atau yang akrab disapa ETe. ETe tertarik dengan dunia fotografi sejak bekerja bersama Perkumpulan Pikul tahun 2017.

ETe merupakan salah satu dari peserta kelas Fotografi angkatan 7 yang karyanya telah dipamerkan di Pameran dan Pagelaran Seni Afterthought di Taman Budaya Gerson Poyk tanggal 28 – 30 Mei 2019.

Saat ini ETe bertanggungjawab sebagai sekretaris SkolMus dan tetap menjalankan keinginannya mengkampanyekan pangan lokal lewat komunitas Kupang Batanam.