Pameran foto dan pergelaran seni yang berawal dari sebuah perenungan


Kupang, 28 Mei 2019 – SkolMus (Sekolah Multimedia untuk Semua) berkolaborasi dengan TimBerger (Timor Bergerak) menggelar Pameran Foto dan Pergelaran Seni untuk seniman muda Kota Kupang yang diselenggarakan pada tanggal 28 – 30 Mei 2019 bertempat di Galeri Taman Budaya Gerson Poyk, Kota Kupang.

Peluncuran Perdana Buku Foto “Afterthought”. Foto : Wandry Dami

Pameran karya foto dan pergelaran seni ini diinisiasi oleh SkolMus dalam rangka memasuki tahun ketujuh berdirinya SkolMus sekaligus merupakan agenda tahunan SkolMus yang rutin menggelar pameran foto. Adapun pameran foto bertajuk “Afterthought” merupakan rangkaian akhir kelas fotografi SkolMus Angkatan ke-7 dan menandai peluncuran perdana buku foto SkolMus yang memuat karya-karya fotografer Angkatan ke-7.    

“Pameran foto dan peluncuran buku foto ‘Afterhought’ merupakan tanggung jawab sosial sekaligus menjawab peran bahwasanya  pegiat seni atau seniman memiliki tanggung jawab secara moril dengan karya yang tercipta. Ketika karya-karya tersebut sampai kepada audiens, sebaiknya bisa memberi sumbangsih atau kontribusi sosial yang memberi makna atau perspektif baru,” ujar Armin Septiexan, Kepala Sekolah SkolMus.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, bentuk tanggung jawab tersebut  beragam caranya, yakni dengan membuka ruang-ruang diskusi (artist talk), pameran karya, pergelaran seni dan pemutaran film (screening) yang seluruhnya bisa dinikmati oleh publik secara gratis.

Ete Umbu Tara (salah satu fotografer angkatan 7 menceritakan karyanya “Mimpi Seorang Remaja” kepada Kichi Jacob, salah satu pengunjung pameran foto “Afterthought”.
Foto : Wandry Dami
Suasana Pameran di Ruang Galeri Taman Budaya Gerson Poyk. Foto : Wandry Dami
Salah satu pasangan pengunjung pameran. Foto : Wandry Dami

Satu hal yang berbeda, kali ini SkolMus berkolaborasi dengan TimBerger (Timor Bergerak)  dan mengajak komunitas seni lainnya untuk berekspresi dan berinovasi bersama. Bentuk kolaborasi ini terwujud dalam tampilan karya-karya komunitas atau individu yang bergerak dalam bidang seni visual (Timor Art Grafiti, Lezart, Mando Soriano, Rexi Art, Paul, Weren Taseseb, Merlin Mare, Papa Raff); seni musik (Leev Haning “Shagah”, Kevin, Elton, Yoga, Timor Reggae Family, Rock or die); dan seni pertunjukan (Teater Satu Timor).

Pilihan SkolMus untuk berkolaborasi ini tentunya selaras dengan visi misi TimBerger, yaitu mengarahkan pelaku seni ke industri kreatif (menggabungkan dunia Digital dan karya kreatif) yang di dalamnya terdapat fotografi/videografi, kuliner, desain grafis,dan musik.

“Kita ingin menjaring pelaku kreatif di kota kupang, membangun networking di luar kota kupang, showcasing karya kepada masyarakat umum di tingkat lokal maupun nasional serta memberikan pilihan2 anak muda bahwa industri kreatif memiliki nilai ekonomis,” ungkap Papa Raff dari TimBerger.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga terdapat workshop fotografi “Fashion Art” oleh Adhyt Sa & Yogga Fransisco, workshop desain grafis oleh Papa Raff yang terbuka untuk umum dan gratis, artist talk dari pameris Afterthought, peluncuran buku foto, live painting dari Timor Art Grafiti dan pertunjukan musik.

===========================================================

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Armin Septiexan, Kepala Sekolah SkolMus

081239985907, arminseptiexan@gmail.com

Papa Raff, TimBerger

081338822278, timorbergerak@gmail.com Informasi lebih lengkap dapat diperoleh di website: www.sekolahmusa.org | Instagram @sekolahmusa @TimorBergerak