Pameran Arsip Publik : Foto, Video & Audio

Dokumentasi sejarah dan dinamika kota, baik visual maupun non visual adalah penting. Dengan menelisik dokumentasi-dokumentasi tersebut, kita tidak hanya diajak untuk sekedar bernostalgia melainkan juga mempelajari perubahan serta kemajuan peradaban dan budaya yang telah dibangun dalam kurun waktu tertentu.

Di berbagai tempat praktik merekam kota secara visual juga digunakan sebagai bentuk partisipasi warga untuk menyatakan harapan dan kegelisahan warga terhadap pembangunan kota dimana mereka tinggal. Merekam kota secara visual (kemudian dipamerkan kembali) juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepekaan semua pihak yang tinggal di kota tersebut tentang perkembangan kota, kini dan nanti.

Lalu coba terka, dimana arsip-arsip foto kota Kupang dan NTT tempo dulu banyak tersimpan? di Museum Belanda atau diluar Kupang. Jika kita ingin menggunakannya untuk tujuan pameran dan sejenisnya, kita harus meminta ijin dari mereka sebagai “pemilik” arsip tersebut. Bukankah ini sebuah ironi? Disaat kita ingin melihat foto kita sendiri, menyebarkan budaya kita sendiri, memamerkan dokumentasi tentang kita sendiri, tentang kebudayaan kita sendiri tapi harus meminta ijin pada “orang lain”.

Foto : Delegasi pemerintah Timor di Jakarta untuk memperjuangkan provinsi baru, Maret 1955. Dari kiri ke kanan (sesuai urutan yang diberikan) ; Sa’iah da Costa (Timor Tengah Utara), Koesa Nope (Timor Tengah Selatan), E.R. Herewila, Michael Marcus, Benufinit, Burhanudin Lelang (Alor).
Foto atas izin Yeri Nitbani & Oma Net Markus.
Sumber didapat dari The Making of Middle Indonesia, Gerry Van Klinken
Poster Event

Karena itu bagi kami penting untuk mengajak warga untuk berkontribusi dan kemudian diajak terlibat dalam proses pembelajaran sejarah, pengarsipan budaya dan menulis narasi-narasi lain tentang kota. Agar kelak bisa kita simpan, koleksi dan arsipkan kemudian melihat jangka waktu 20 tahun ke depan generasi penerus tak perlu meminta ijin ketika ingin menggunakan arsip visual Kota Kupang.

  • KETENTUAN PAMERAN PUBLIK :
  1. Pameran arsip ini bersifat dari dan untuk publik yang melibatkan warga sebagai kontributor arsip
  2. Berlaku untuk lembaga/instansi keagamaan, pemerintah, aka­­demisi dan keluarga yang menyimpan arsip material
  3. Pameran Arsip terdiri dari material seperti foto, video, audio/rekaman, peta dan dokumen (surat-surat, kliping koran, undangan acara dan buku catatan harian)
  4. Untuk kebutuhan pameran tema arsip yang diseleksi adalah arsip keluarga, gedung-gedung penting kota kupang, fashion, landscape kota Kupang, kejadian-kejadian penting yang turut membentuk budaya baru di kupang, Gedung-gedung penting Pemerintah Kolonial Belanda
  5. Warga kota Kupang yang berdomisili di luar maupun kota Kupang dan atau warga luar Nusa Tenggara Timur yang memiliki koleksi arsip visual kota Kupang
  6. Periode arsip berlaku dari tahun 1890-1999.

  • WAKTU PAMERAN :

Bulan Mei 2020 di Sekitaran Kota Lama (Kelurahan LLBK) dan Kampung Solor

  • HAK CIPTA :

Hak cipta dari arsip-arsip ini adalah milik individual, keluarga dan lembaga yang turut berkontribusi dalam pameran arsip tersebut.

  • PENGUMPULAN ARSIP :

Pengisian formulir, pengiriman material foto (scan) ke email: ete@sekolahmusa.org dengan Subyek: Pameran Arsip. Atau dapat dikirimkan ke Sekretariat SkolMus: Jln. Cak Doko NO. 4, Oebobo – Nusa Tenggara Timur.

  1. Tim Pencari Arsip yang akan meriset, mengumpulkan dan mengarsipkan karya (http://sekolahmusa.org/open-call-tim-pengarsipan/)
  2. Pameran Arsip Publik ini bersifat gratis
  • MASA PENDAFTARAN :

Pendaftaran ditutup pada 20 Maret 2020 pukul 20.00 WITA

Silahkan unduh Formulir : Formulir Pendaftaran di sini

Jika ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, bisa melalui email : ete@sekolahmusa.org atau Ete (+62 822-6678-5563)