Workshop

Workshop Fotografi JIKOM Undana

Workshop Fotografi JIKOM Undana

oleh Sekolah MUSA

16 Oktober 2018

 

Siang itu panas sekali dalam gedung Perpustakaan Universitas Nusa Cendana berlantai 2. Gedung berkapasitas 50 orang itu menjadi tempat workshop singkat fotografi kerjasama Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP – Universitas Nusa Cendana dan Sekolah MUSA.

Frengki Lollo membawakan sesi Genre dalam fotografi

 

Workshop ini masuk dalam mata kuliah Fotografi Komunikasi yang diampuh oleh Dosen Silvania S.E Mandaru S.Sos., M.Comn, Yohanes K.N Liliweri, S.Sn., M.Sn dan Mariana A.N Letuna, S. Sos., MA. Kemudian Sekolah MUSA mengisi beberapa materi fotografi yang bersifat teknis/praktek. Materinya berupa Exposure, Komposisi, Genre dalam Fotografi serta Pemberian Caption pada Foto.

 

Suasana workshop Fotografi

Workshop kemarin di mentoring oleh Putra Nunuhitu, Adhi Lintang dan Frengki Lollo. Yang kemudian dilanjutkan praktek singkat di sekitaran Pantai Lasiana pada sore harinya.

Praktek di pantai Lasiana
Praktek membuat Portrait

Dengan medium fotografi, para mahasiswa/i tersebut diwajibkan mampu menyampaikan pesan dalam bentuk fotografi sehingga tools yang digunakan beragam yakni, menggunkan handphone, camera pocket dan DSLR.

SekolahMUSA ikut “DocuCamp” : Belajar dari Alam dan Manusia

SekolahMUSA terlibat dalam Pelatihan film dokumenter “DocuCamp” yang di selenggarakan oleh Indonesia Nature Film Society (INFIS) selama delapan hari di Bogor dan Cianjur. Pelatihan ini merupakan DocuCamp kedua yang sukses dilaksanakan pada 3-10 September 2018 dengan diikuti 7 orang peserta yaitu, Agustinus Kalalu dari Sorong, Armin Septiexan dari SekolahMUSA, Cecep Sumarna dari Balai Taman Nasional Siberut, Edi Sabarudin dari WWF Indonesia, Irwan Johan dari Papua, Johan Gustiar Imbenai dari Balai Besar KSDA Papua (Kementrian LHK) dan Jumadi Jaya dari NTFP-EP Indonesia.


 

“…dengan DocuCamp maka kita bisa belajar banyak dari alam dan manusia.”

Program DocuCamp dimentori langsung oleh ke-6 pendiri INFIS yaitu Een Irawan Putra (Executive Director of Rekam Nusantara & Indonesia Nature Film Society), Nanang Sujana (Profesional Documentary Filmmaker), Wahyu Mulyono (Producer, Writer & Underwater Filmmaker), Yok Yok Hadiprakarsa (Wildlife & Ecology Specialist), Ridzki Rinanto Sigit (Director of Mongabay Indonesia) dan Irfan Yulianto (Marine Science Specialist). INFIS merupakan unit produksi film dari Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara yang berada di Bogor, Jawa Barat (http://inaturefilms.org/id/).

Indonesia Nature Film Society ini mengemas materi pelatihan dengan konsentrasi mengenai film dokumenter mulai dari pengenalan INFIS, proses produksi dokumenter, hutan dan kelautan dalam perspektif dokumenter, menggali ide cerita, menulis naskah untuk editing, menulis cerita dokumenter, INFIS Master Sharing Experience, pentingnya audio visual dalam strategi komunikasi dan advokasi, editing story hasil observasi dan screening film karya peserta. Peserta juga diajak menggali lebih dalam dan mengevaluasi isu-isu terkait sumber daya alam, lingkungan dan hubungannya dengan manusia untuk menentukan cerita kemudian menyampaikannya dalam bentuk audio visual.

Suasana belajar DocuCamp waktu malam hari di Saung Sarongge, Cianjur. ©Dokumentasi INFIS

DocuCamp adalah program pelatihan untuk membuka dan menemukan hal baru, menjadi pendengar dan bersikap terbuka terhadap dunia, belajar banyak dari alam dan manusia serta mengikuti rasa ingin tahu kita yang disampaikan melalui sebuah karya kreatif audio visual.

 

Foto bersama INFIS

Pelatihan ini dapat membuka cakrawala baru berpikir dalam menyampaikan sebuah realita melalui media yang efektif untuk menyuarakan gagasan atau ide tentang beragam hal dan mempengaruhi orang lain melalui informasi visual audio yang kita sampaikan. ***

– Sumber dari website INFIS

Yang baru di Jambore PAR GMIT 2018

SkolMus Kelas Fotografi ; Kelas Yakub (Melihat Dunia)

Tentang Jambore PAR GMIT V

 

Instalasi Pameran Foto ©Mats Manilapai

Jambore PAR (Pelayan Anak Remaja)  GMIT  tahun 2018 bertempat di Gereja Alfa Omega, Labat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rombongan peserta datang dari ratusan gereja yang tergabung dalam 46 klasis, 60 tim di bawah tema “Anak GMIT Citra Kristus” yang berlangsung selama satu minggu, dihadiri sekitar kurang lebih 1.500 anak-anak PAR dari seluruh NTT.

Pelaksanaan Jambore PAR GMIT tahun 2018 diharapkan membawa terobosan baru dalam pelaksanaannya. Berkaca dari evaluasi kegiatan-kegiatan Jambore PAR sebelumnya, kegiatan di tahun 2018 ini diharapkan dapat menjadi ajang apresiasi dan solidaritas anak dan remaja di GMITsecara utuh dan bukan saja sebagai ajang kompetisi. Karena itu usulan kegiatan PIAR (Pesta Iman Anak dan Remaja) pada Jambore PAR GMIT 2018 sebagai salah satu kegiatan utama diharapkan memiliki unsur pembaharuan konsep.

Karena itu konsep pelaksanaan PIAR Jambore PAR GMIT  ke-5  kemudian disepakati untuk menggabungkan antar proses pembentukan “Karakter Kristus” dengan konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) yang menitik beratkan pada apresiasi terhadap kepribadian dan kecerdasan anak secara individu dan sosial.

Kelas Melihat Dunia ; Kelas Cerdas

Kegiatan PIAR di Jambore PAR GMIT ke-5 tahun 2018 dibagi menjadi 4 kegiatan utama yaitu Kelas Cerdas, Jelajah Alam, Tur Kebhinekaan dan Selebrasi. 

Proses belajar Fotografi Dasar oleh Sekolah MUSA ©Wandry Dami
Seorang anak PAR sedang melihat Pameran Foto © Mats Manilapai
Suasana Pameran Foto ©Wandry Dami

SkolMus tergabung dalam kelas Cerdas yaitu Kelas Yakub (Melihat Dunia) untuk memfasilitasi 25 anak PAR belajar tentang Fotografi Dasar, kemudian melakukan hunting foto bersama yang di bagi pertema/kelompok kemudian foto-fotonya di pajang untuk pameran foto selama kegiatan berlangsung. Berikut nama-nama peserta kelas Melihat Dunia dari perwakilan klasis ;

  1. Merlyn Ottu (Kota Kupang)
  2. Andhika J. Funay (Kupang Barat)
  3. Paulus Ayub Animau (Alor Timur Laut)
  4. Naden M. W. Lay (Fatuleu Barat)
  5. Ayu J. Maro (Alor Barat Laut)
  6. Maya Liensi Bang  (Alor Barat Laut)
  7. Lahairoi Bolla (Rote Timur)
  8. Arni Katulote  (Kota Kupang)
  9. Jordan Haiain (Kota Kupang)
  10. Fransisko Messah (Pantai Baru)
  11. Ruben Redji (Sabu Barat)
  12. Aryanto Huru (Kota Kupang)
  13. Bulan Messah (Rote Barat Daya)
  14. Veri Tua Lesmana Sinaga (Flores)
  15. Adhitiar W. Krus (Sabu Timur)
  16. Ayu Tihelong (Kupang Barat)
  17. Lisna Ngause (Semau)
  18. Bayu Nenohaifeto(Mollo Barat)
  19. Fikryani Moy (Kupang Tengah)
  20. Fanny Napu (Kupang Tengah)
  21. Yoga Manu (Amanuban Timur Selatan)
  22. Winda Manihing (Kota Kupang)
  23. Stevani Siar (Kupang Timur)
  24. Fresti Manu (Amanuban Timur)
  25. Jedija Bien (Amanatun Utara)
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR

Kelas ini ditujukan kepada anak/remaja dengan dominan kecerdasan visual-spasial; yaitu anak-anak/remaja yang menunjukkan kemampuan untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang, menciptakan imajinasi dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk. ***

 

 

 

Workshop Pembuatan Konten Video Kreatif TELKOMSEL

TELKOMSEL bekerja sama dengan Sekolah MUSA untuk membawakan workshop singkat tentang Pembuatan Konten Video Kreatif pada tanggal 7 Juni 2018 di Dusun Flobamora. Ini bukan yang pertama kalinya TELKOMSEL bekerja dengan Sekolah MUSA. Sebelumnya bersama-sama melatih anak-anak di beberapa SMA Kota Kupang dalam Pembuatan video Pendek dalam Program Loop kePo. 

Workshop ini melatih peserta TAP (Telkomsel Apprentice Program) agar bisa membuat konten kreatif berupa video pendek berdurasi 2-3 menit dengan visual dan cerita yang kreatif. Peserta dengan rentang umur 18-25 tahun sangat antusias karena pelatihan ini sangat membantu mereka dalam hal membuat konten kreatif yang materinya bisa didapatkan dari lingkungan sekitar mereka.

Workshop ini di mentoring oleh Adhi Lintang Sodirin alumnus dari program Kelas Fotografi SekolahMUSA Angkatan II. Adhi sekarang menjadi mentor tetap SkolMus dan sedang berkarya di Kupang menjadi fotografer komersil. Lihat link bio Adhi https://www.instagram.com/adhilintang/

Dalam workshop singkat ini Adhi membagi pengalaman dan pengetahuannya dalam praktek pengambilan gambar, post processing dan hasilnya di unggah ke instagram dengan tagar TAP2018.  Materi yang diberikan antara lain Pelatihan basic videografi dan menggunakan aplikasi android Editing video menggunakan Kinemaster. ***

 

SkolMus Latih Partner LSM Action Against Hunger: YASATU dan LENTERA CIDEC

“Terima kasih banyak atas kursus singkat yang telah diberikan kepada kami Lentera CIDEC. Sebuah kursus yang menyenangkan dan membuka mata kami untuk melihat perspektif baru dari memotret” Willem Hopeng, salah satu peserta pelatihan dari Lenter CIDEC memberi pendapat tentang pelatihan dasar fotografi ini.

Sekolah MUSA kembali diminta untuk memfasilitasi pelatihan fotografi dasar oleh LSM ACTION AGAINST HUNGER (AAH). Kali ini pelatihan diberikan kepada 2 lembaga mitra kerja AAH, yaitu Lentera CIDEC dan YASATU.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para partner AAH dalam tugas meliput kegiatan di lapangan dengan perspektif fotografi yang baik. Diharapkan pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas pelaporan visual dengan cerita yang lengkap.

Pelatihan ini dimentori oleh dua orang pengajar-relawan SekolahMUSA yaitu Armin Septiexan dan Adhi Lintang Sodirin, keduanya adalah alumnus dari program Kelas Fotografi SekolahMUSA Angkatan I.

Materi yang diberikan antara lain Sejarah Fotografi, Pengenalan Kamera dan Lensa, Teknik Menuliskan Keterangan Foto, Teknik Dokumentas EDFAT, Visual literacy, Praktek dan evaluasi.

Walaupun materi yang disampaikan cukup padat, namun antusias peserta terlihat sangat tinggi. Tujuh jam pelatihan berjalan namun masih tetap semangat mengikuti setiap proses dari pagi sampai sore.

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari dan 02 Maret 2017, di OCD Beach Café, Lasiana. Peserta Pelatihan berjumlah 11 orang dari karyawan lapangan .YASATU mengikutkan 7 orang dan 4 orang dari Lentera CIDEC *** (Adhi Lintang Sodirin)

SkolMus Belajar Ke London!

INTERNATIONAL STUDY VISIT – SekolahMUSA dapat kesempatan untuk ikut dalam International Study Visit (ISV) bersama program ACTIVE CITIZENS, British Council, 3 – 12 Februari di London, United Kingdom

Dany Wetangterah, Founder SekolahMUSA mendapat kesempatan untuk mempresentasikan SekolahMUSA sebagai salah satu Social Action Plan (SAP) yang dipilih mewakili Indonesia untuk menjadi bahan belajar kepada Warga Aktif lain dari 15 negara peserta ISV.

Keikut sertaan Om DW dalam kegiatan ini karena beliau aktif sebagai salah satu pelatih dan pelaku ACTIVE CITIZENS di Kupang bersama Perkumpulan PIKUL, organisasi dimana beliau bekerja selain aktifitas beliau sebagai founder dan pengajar di SekolahMUSA.

skolmus_isv2

Kegiatan ISV ini melibatkan para pelaku dan pelatih program ACTIVE CITIZENS dari 15 Negara di Dunia yang menjalankan program ACTIVE CITIZENS. Kegiatan ISV bertujuan untuk meningkatkan kepekaan, wadah berbagi pembelajaran membangun lingkar belajar dan alumni sesama pegiat ACTIVE CITIZENS di seluruh dunia.

Program ACTIVE CITIZENS, diselenggarakan oleh British Council, lembaga sosial dari Inggris di lebih dari 40 negara termasuk Indonesia, yang bertujuan untuk mendorong keterlibatan warga yang aktif secara lokal namun terhubung secara global.***

Ana-ana Taiftob Ju Bisa! – Kelas KetongBisa SkolMus + Lakoat Kujawas

Bangga rasanya melihat 15 remaja dari Desa Taiftob, Mollo, TImor Tengah Selatan berhasil memamerkan karya fotografi mereka.

Akhirnya, setelah mengikuti workshop fotografi bersama SekolahMUSA dan Gadgetgrapher NTT, 15 anak remaja dari Komunitas Lakoat Kujawas, desa Taiftob, Mollo, Timor Tengah Selatan memamerkan karya mereka di Pameran Foto dan Arsip perpustakaan bergerak Komunitas Lakoat Kujawas, di Kantor Camat Mollo, 12 – 19 Agustus 2017. Dalam catatan, pameran ini dikunjungi 800 kali, untuk pameran selama 6 hari.

Pameran foto bertemakan “Pulang” ini juga bagian dari Festival warga desa Taiftob, Festival ‘Pau Kolo” yang diselenggarakan oleh Komunitas Lakoat Kujawas. Refleksi “Pulang” adalah melihat kembali sejarah Mollo, melihat kembali kampung halaman dengan segala potensinya.

Sebelumnya, anak-anak remaja ini belajar bersama SekolahMUSA tentang fotogarfi selama 4 kali workshop dan bersama warga desa mereka merekam aktivitas harian mereka ke dalam medium foto lalu memamerkannya. Peserta dipinjamkan kamera poket selama 2 minggu dan mereka bebas bercerita terkait diri mereka, keseharian dan lingkungan mereka melalui medium foto.

Selain workshop dan pameran foto jugda ada workshop tari, teater, kelas bahasa Inggris, workshop sains (membuat robot sederhana) hingga presentasi teater oleh anak-anak Komunitas Lakoat Kujawas. Festival ini juga adalah ajang kolaborasi antara komunitas di Kupang dan Kapan, TTS.

Komunitas Lakoat.Kujawas adalah komunitas yang menyediakan wadah bagi anak dan orang muda, relawan dari berbagai disiplin ilmu, kelompok perempuan dan para petani, yang mengintegrasikan kewirausahaan sosial dengan komunitas kesenian, perpustakaan warga, ruang kerja kolaborasi, ruang arsip dan homestay di desa Taiftob, Mollo, Timor Tengah Selatan.  Informasi lain terkait Lakoat.Kujawas bisa diikuti di Instagram @lakoat.kujawas dan toko online kami di @lkjws.co

Foto-foto hasil karya 15 Anak ini dapat dilihat dibawah ini:

Foto oleh: Sisilia Tafui
Foto oleh: Sisilia Tafui

Foto oleh: Resi Nati

Foto oleh: Resi Nati

Foto oleh: Santi Banoet
Foto oleh: Santi Banoet
Foto oleh: Rani Laka
Foto oleh: Rani Laka
Foto oleh: Nesta Banfatin
Foto oleh: Nesta Banfatin
Foto oleh: Findi Lengga
Foto oleh: Findi Lengga
Foto oleh: Endiko
Foto oleh: Endiko
Foto oleh: Elen Talan
Foto oleh: Elen Talan
Foto oleh: Dino Sesfaot
Foto oleh: Dino Sesfaot
Foto oleh: Calista Tan
Foto oleh: Calista Tan
Foto oleh: Asri Banoet
Foto oleh: Asri Banoet
Foto oleh: Angki Sanam
Foto oleh: Angki Sanam
Foto oleh: Alma
Foto oleh: Alma

Informasi dan Panduan Peserta Pameran Foto dan Workshop Fotografi: “LIHAT, REKAM & CERITAKAN”

Informasi & Panduan Peserta Pameran Foto dan Workshop Fotografi
LIHAT, REKAM, CERITAKAN

SekolahMUSA Angkatan 5 dan Fotografer Kupang/NTT
Galeri Taman Budaya Prov. NTT, 11 – 15 Oktober 2015

lrc_final_pubs_lores3

Bagaimana Saya bisa Terlibat di Pameran ini;

Kami berharap sebanyak mungkin fotografer di Kupang/NTT untuk bisa terlibat. Kami ingin pameran ini menjadi agenda tahunan bagi fotografer di NTT untuk bisa memamerkan karyanya.

Apa Tema Pameran Tahun ini?

Tema Pameran tahun 2016 adalah “Lihat, Rekam & Ceritakan. Tema Lihat, Rekam dan Ceritakan adalah sebuah refleksi kontemplatif dari perjalanan SekolahMUSA selama 5 tahun SekolahMUSA yang hadir sejak 2011. Bagaimana kemudian misi “menyampaikan pesan” ini kemudian diterjemahkan sebagai sebuah seni yang artistik oleh peserta SekolahMUSA dan juga para fotografer lain di Kupang/NTT yang terkoneksi dengan SekolahMUSA.

Karena itu dengan dipilihnya tema Lihat, Rekam dan Ceritakan, pameran foto ini ingin meneruskan pesan-pesan kontemplatif para fotografer pesertanya lewat foto-foto yang dipamerkan, melibatkan seluas-luasnya opini visual para fotografernya dan menceritakan sebuah kisah yang ditangkap oleh mata sang fotografer.

Tema ini juga sengaja dipilih agar KF SkolMus bisa perlahan keluar dari zona nyaman branding “foto jurnalistik” yang selama ini melekat pada KF SkolMus atau orang-orang yang terlibat di SekolahMUSA.

Foto Apa Saja yang bisa Dipamerkan?

 

Pada prinsipnya semua genre foto dapat dipamerkan pada pameran ini selama foto tersebut memiliki cerita yang dapat diceritakan, sesuai dengan tema pameran “Lihat, Rekam Ceritakan”.

Setiap foto tentu punya cerita, mulai dari foto-foto aktifitas manusia (Human Interest) sampai foto-foto model-fashion dan makro. Cerita inilah yang ingin kami angkat dalam pameran kali ini.

Untuk peserta UMUM (yang bukan SekolahMUSA angkatan 5), terdapat 2 pilihan foto cerita yang bisa dipamerkan yaitu:

1. Jenis Foto Cerita (Photo Story), Foto Essay (Essay Photo) atau Foto Tematik.
Foto-Cerita (Photo Story) adalah beberapa foto yang diambil berseri, yang menggambarkan sebuah cerita. Foto Esai/Foto Tematik adalah beberapa foto yang diceritakan dengan membawa tema/cerita tertentu.

2. Jenis Foto Single
Foto Single bisa dari genre apa saja, yang penting memiliki cerita untuk diceritakan dalam keterangan foto/sinopsis/caption fotonya. “Cerita” dari sebuah foto dapat berupa penjelasan tentang subjek foto, tentang konteks subjek foto, tentang cerita pembuatan foto tersebut atau pesan subjektif dari fotografer yang ingin disampaikan kepada yang melihat foto.

Kalau Mau Ikut Pameran ini, Berapa Biayanya?

  • Untuk Foto Cerita/Foto Esai/Foto Tematik biaya kontribusi fotografer adalah Rp 250.000,-. Biaya ini untuk mendukung pencetakan foto pada bahan easy banner, ukuran 81cm x 122cm, biaya pembuatan display-frame dan dukungan untuk pengorganisasian pameran (20%).
  • Untuk Single biaya kontribusi fotografer adalah Rp 150.000/foto,-. Biaya ini untuk mendukung pencetakan foto bahan kanvas ukuran 40cm x 50cm, biaya display-frame dan dukungan untuk pengorganisasian pameran (20%).

Bagaimana cara mendaftar?

Bagi yang ingin terlibat dalam pameran ini dapat menghubungi rekan-rekan SekolahMUSA yang dikenal atau dapat mengontak: Leli Taolin (08113826849), Adi Sodirin (085239198350) dan Lony Wenyi (085339633988), untuk detail proses pendaftarannya. Batas waktu Pendaftaran dan Pengumpulan Foto adalah pada: 6 Oktober 2016

Apakah Setelah Pameran Peserta Bisa Mengambil Karyanya?

Ya, setelah pameran ditutup peserta dipersilahkan untuk mengambil kembali foto karya miliknya, tanpa bingkai. Bagi yang berada di luar Kupang, Panitia dapat mengirimkan karyanya kembali (tanpa bingkai). Biaya kirim menjadi tanggung jawab peserta. Bagi yang tidak mengambil karyanya, foto akan disimpan/dipajang di Sekretariat SekolahMUSA.

Pengumpulan Foto, Waktu Pendaftaran dan Pengumpulan Karya

Batas waktu pendaftaran dan Pengumpulan Foto adalah pada tanggal: 6 Oktober 2016

Apa Latar Belakang Pelaksanaan Kegiatan ini?

Kelas fotografi SekolahMUSA (KF SkolMus) saat ini telah memasuki angkatan ke-5. Seperti biasanya Kelas Fotografi KF SkolMus akan menutup kelas tahun ini dengan memilih sebuah tema dan mengadakan pameran foto sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan hasil-hasil karya fotografi dari para peserta KF SkolMus setiap tahunnya.

Selain itu, dalam rangka mencapai visi SekolahMUSA, agar mencapai keterlibatan 1000 warga kota Kupang dalam mendorong transformasi sosial lewat multimedia di tahun 2025 maka kegiatan pameran ini akan menjadi salah satu jalan menuju pencapaian visi ini. Pameran ini juga menjadi bagian penting untuk menjalankan misi “terus berbagi cahaya” SkolMus dan memperlebar jejaring Solidaritas Berbagi yang telah di kembangkan selama ini.

Juga, diharapkan dengan gagasan pameran tahunan ini, KF SkolMus ingin sekali lagi menyediakan ruang bagi para fotografer di Kupang dan NTT agar memiliki wadah pameran foto tahunan dengan karakter foto yang benar-benar mengeksplorasi kekuatan bahasa jiwa, yang memamerkan foto-foto terbaik mereka.

Apa Tujuan Yang Ingin Dicapai dari Kegiatan ini?

Yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

  • Sebagai wadah tahunan Kelas Fotografi SekolahMUSA untuk memamerkan karya para peserta kelas fotografi SekolahMUSA.
  •  Memberikan ruang ekspresi bagi fotografer di Kupang dan NTT untuk mengekspresikan karya-karya mereka.
  • Sebagai bagian dari misi SekolahMUSA, mendorong perubahan sosial lewat multimedia.

Waktu Kegiatan, Kegiatan Pendukung dan Lokasi Kegiatan:

  1. Pameran Foto LIHAT, REKAM & CERITAKAN ini akan dilaksanakan pada 11 s/d 15 Oktober 2016, bertempat di Galeri Taman Budaya, Kupang
  2. Presentasi Karya, oleh Peserta SkolMus Kelas Fotografi angkatan 5 pada 13 Oktober 2016
  3. Workshop “Street Photography” bagi Warga Kota Kupang akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2016, di Galeri Taman Budaya, dengan narasumber : Markus “Adhyt Sa” Elimanafe (SekolahMUSA)

Katanya Akan dibuat Buku Foto Setelah Pameran?

Ya, dalam rencana semua foto-foto yang dipamerkan akan dibuat dalam buku foto. Buku foto akan diproduksi pada sekitar Desember 2016.

Tentang Workshop “Street Photography”:

Workshop ini ditujukan bagi warga umum Kota Kupang, sebagai salah satu kegiatan pendukung Pameran Foto ini. Workshop ini akan membahas tentang Fotografi Jalanan (Street Photography) yang akan dibawakan oleh Markus “Adhyt” Elimanafe, salah satu Mentor Pengajar dari SekolahMUSA. Kegiatan Workshop akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Oktober 2016, dimulai pada pukul 17.00 WIB (5 Sore), bertempat di lokasi Pameran, Galeri Taman Budaya, Prov NTT.

Biaya pendaftaran untuk Workshop ini adalah Rp 150.000 (termasuk baju kaos).

Untuk mendaftar dapat menghubungi: Putra (0852 5311 6101) via SMS/TELP/WA

Kepanitiaan

Kepanitiaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
Pengarah: Danny Wetangterah
Kordinator kegiatan: Adhyt Eli Manafe
Wakil Kordinator: Adi Sodirin, Vence Dami, Lony Wenyi, Leli Taolin

TIM DISPLAY:
Kordinator: Lony Wenyi, Putra Nunuhitu
Anggota: Semua Peserta Kelas Fotografi Angkatan 5
Tugas: Menyiapkan Display dan materi pameran

TIM KURASI DAN PRODUKSI FOTO:
Kordinator: Peter De Fretes
Anggota: Karolus Naga, Alfred Djami, Adhyt E. Manafe, Putra Nunuhitu, Wandry Dami, Vence Dami, Nona Nomu
Tugas: Mengkurasi foto, menyesuaikan foto dengan tema, memastikan setiap foto memiliki teks, mengurus cetak-mencetak foto.

TIM LOGISTIK PAMERAN:
Kordinator: Leli Taolin,
Anggota: Lony Wenyi, Danny Wetangterah,
Tugas: menjamin logistik (snack, makan-minum) teman-teman yang menjaga pameran tersedia

TIM LOBI LOKASI, PENDAFTARAN DAN PENGUMPULAN KARYA:
Kordinator: Leli Taolin,
Anggota: Adi Sodirin, Lony Wenyi
Tugas: Menjadi narahubung pendaftaran, melobi lokasi Pameran.

KEUANGAN:
Aldiyan Hamanay & Lony Wenyi
Tugas: Mengurus keuangan dan memastikan pertanggung jawaban keuangan

TIM DOKUMENTASI FOTO DAN VIDEO:
Kordinator: Wandry Dami
Anggota: Foto oleh Peter De Fretes, Emilia Ursula, Wandry, Adriyand (FOTO), Video oleh: Matis Hermanto, Peter De Fretes, Sonny Richaard (VIDEO),
Tugas: Dokumentasi Photo Story dan Video Pendek kegiatan.

TIM PUBLIKASI DAN HUMAS:
Kordinator: Deztro R. Djawa, Leli Taolin, Adriyand, Peter De Fretes, Sonny Richard, Un Weo, Andre Yap.
Tugas: Menyebar kegiatan via medsos dan offline, menjamin alumni bisa ikut dan menjaring sebanyak mungkin fotografer NTT bisa terlibat.

TIM LAYOUT BUKU:
Kordinator: Danny Wetangterah, Destro R. D, Wandry Dami, Andre Yap.
Tugas: Mendesain dan Layout Buku Foto SkolMus 2016.
Terima kasih,..

Sampai bertemu di lokasi pameran ya!

Salam..

SekolahMUSA

SkolMus Fasilitasi Pelatihan Fotografi “LIHAT, REKAM & CERITAKAN”, ACF Kupang

Pada 22 Juli 2016, SkolMus berkesempatan memfasilitasi pelatihan fotografi dasar yang dilaksanakan bekerja sama dengan ACF (Action Contra de la Faim), sebuah LSM Internasional  yang berkantor di Kupang.

skolmus_acf13 orang fasilitator mewakili SekolahMUSA; Danny Wetangterah, Dicky Mandaru  dan Karolus Naga memfasilitasi 12 peserta,

Dari tema “LIHAT, REKAM & CERITAKAN” pelatihan fotografi dasar ini, mengajarkan beberapa materi prinsip-prinsip fotografi yag penting seperti  Visual Literacy, Pentingnya Dokumentasi Sosial, Membuat Photo Story dan Praktek membuat Foto bercerita.

Materi-materi ini memotivasi peserta untuk dapat menggunakan fotografi dalam menceritakan cerita mereka. Bahwa fotografi bisa menjadi media yang dahsyat, dan dapat dipergunakan oleh siapapun yang tertarik untuk menggunakannya.

Metode yang dipakai adalah pendekatan apresiatif dan praktek langsung, membuat peserta aktif dan langsung bisa mencoba.

acf_featured

Beberapa hasil praktek foto dari pelatihan fotografi dasar ini. Setiap foto mewakili satu cerita.

Selain sebagai penguatan kapasistas staf, pelatihan ini diharapkan menjadi trigger bagi ide-ide kreatif fotografi bagi para staf ACF yang  bekerja pada isu-isu kemanusiaan di wilayah Kupang dan NTT.

Peatihan ini juga akan disusul dengan Pameran Foto kerja-kerja ACF Kupang, yang rencananya akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2016, di Lipo Plaza, Kupang

Jika ada yang tertarik untuk melaksanakan pelatihan seperti ini, silahkan jangan segan mengubungi  SkolMus ya.. :)*

Pameran Foto, “AKU & KOTAKU, KUPANG”

Latar Belakang
SekolahMUSA (Multimedia untuk Semua) bekerja sama dengan Pannafoto Institute Jakarta mengadakan Workshop Fotografi “Aku dan Kotaku” yang telah berlangsung pada 22 – 24 Oktober 2015. Workshop tersebut bertujuan untuk melatih warga Kota Kupang, terutama anak-anak muda untuk melihat, merasa dan merekam kota dimana mereka tinggal, mengembangkan dan mempresentasikan pesan mereka lewat fotografi.

Workshop “Aku dan Kotaku” di Kupang yang difasilitasi oleh Ng Swan Ti (http://www.worldpressphoto.org/people/ng-swan-ti), Fotografer dari Pannafoto Institute akhirnya telah menghasilkan 8 karya foto cerita (essay photo) hasil karya dari 8 orang peserta workshop “Aku dan Kotaku” di Kupang.
Karena itu, dalam rangka menyebarkan pesan-pesan dan mempresentasikan hasil dari workshop ini, maka SekolahMUSA & Pannafoto Institute menginisiasi kegiatan Pameran Foto “Aku dan Kotaku, Kupang ”  ini.

TUJUAN :
Tujuan dari pameran foto “Aku dan Kotaku” ini adalah:
– Mempresentasikan secara publik hasil-hasil karya dari para peserta Workshop “Aku dan Kotaku” Kupang
– Memberi ruang komunikasi bagi warga kota Kupang untuk menikmati event fotografi

WAKTU & TEMPAT :
Rangkaian aktifitas Pameran Foto “Aku dan Kotaku” ini akan dibuka pada tanggal 6 November 2015 pukul 16.00 WITA
PAMERAN FOTO
Hari/Tanggal   : 6 November – 6 Desember 2015
Tempat               : Indigo Resto, Jl. R Suprapto 30 Oebobo, Kupang – NTT
Waktu                : 16.00 – 22.00 WITA

DISKUSI KARYA “Aku dan Kotaku, Kupang ”

Hari/Tanggal: 19.00 WITA
Tempat            : Indigo Resto, Jl. R Suprapto 30 Oebobo, Kupang – NTT

PESERTA
Peserta pameran foto ini adalah 8 orang peserta Workshop Fotografi “Aku dan Kotaku” Kupang, yaitu:
1. Armin S. Radja Djawa,
2. David Yuan,
3. Markus Ely Manafe,
4. Ketut Rudi,
5. Vera Odja,
6. Darminto Taebenu,
7. Frangky Lollo
8. Agusto Mascarenhas.

SMSG Kupang, Sukses! Kolaborasi bukan Kompetisi

Suasana Worksop SMSG Kupang, hari pertama
Suasana Worksop SMSG Kupang, hari pertama

Workshop Social Media for Social Good (SMSG) akhirnya sukses dilaksanakan di Kupang, pada 3 – 4 Oktober 2015, dan diikuti oleh 82 anak-anak muda dari berbagai komunitas di Kupang dan Soe, dari 107 orang yang mendaftar. Peserta datang dari berbagai latar belakang komunitas; dari komunitas Geng Motor sampai penyandang disabilitas.

Workshop selama 2 hari ini menghadirkan pembicara Hanny Kusumawati (Communication Consultant), Galih Aji, dari Earth Hour Indonesia dan Dicky Senda, dari MudaersNTT/#KupangBagarak

Suasana Worksop SMSG Kupang, hari kedua
Suasana Worksop SMSG Kupang, hari kedua

Dalam evaluasi yang dilakukan pasca workshop, 100% peserta menyatakan bahwa workhsop Social Media for Social Good yang dilakukan ini berguna dan memberikan pengetahuan baru bagi mereka. Ini memberikan angin segar bagi mendorong perubahan di Kupang dan NTT.

Dalam kesempatan kolaborasi anak-anak muda dari berbagai komunitas di Kupang ini, disepakati beberapa kesepakatan, diantaranya adalah; semua peserta sepakat untuk berkolaborasi bersama dalam aksi-aksi sosial dan kampanye via media sosial, di mulai dari Kupang dan akan memperlebar jejaring kolaborasi sampai ke NTT

. Juga, #Kupangbagarak  sebagai salah satu komunitas berbasis relawan di Kupang diminta untuk menjadi simpul dalam pendataan dan simpul komunikasi diantara komunitas-komunitas yang ada di Kupang.  SekolahMUSA dan #KupangBagarak akan melakukan pendataan komunitas-komunitas anak muda di Kupang. Hasilnya akan segera di Update di blog #KupangBagarak (http://www.kupangbagarak.wordpress.com) dan SekolahMUSA

Atas permintaan yang tinggi dari kawan-kawan di Soe, TTS, maka SekolahMUSA akan mengadaptasi konsep Workshop SMSG untuk dilakukan di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, bekerja sama dengan Forum Soe Peduli.  SMSG Soe direncanakan dilaksanakan pada 26 – 28 November 2015.

Workshop SMSG di Kupang ini terlaksana atas kerja sama SekolahMUSA dan KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau) atas dukungan dari US Embasssy***

SELAMAT!, bagi 8 Fotografer Kupang Yang Lolos untuk Ikut “Aku dan Kotaku”

SELAMAT! bagi 8 Fotografer Kupang Yang Lolos untuk Ikut “Aku dan Kotaku”

8 Fotografer di Kupang akhirnya lolos untuk mengikuti Workshop Fotografi “Aku dan Kotaku”, mereka yang lolos adalah:

  • Armin S. R. Djawa,
  • David Yuan,
  • Markus Ely Manafe,
  • Ketut Rudi,
  • Vera Odja,
  • Darminto Taebenu,
  • Frangky  L.
  • Agusto Mascarenhas.

aku&kotaku1Workhsop “Aku dan Kotaku” sendiri terlaksana atas kerja sama SekolahMUSA (Multimedia untuk Semua) Kupang dengan Pannafoto Institute, Jakarta, yang akan dilaksanakan pada 22 – 24 Oktober 2015. Workshop foto dilaksanakan pada 22-23 Oktober dan Presentasi hasil akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2015. Workshop 3 hari ini akan dilaksanakan di RM Warung Beta, Jl. Cak Doko, Kupang.

Workhsop “Aku dan Kotaku” adalah program rutin dari Pannafoto Institute dan Goethe Institut yang bertujuan untuk melatih warga, terutama anak muda untuk melihat, merasa dan merekam kota dimana mereka tinggal, mengembangkan dan mempresentasikan pesan mereka lewat fotografi.

Sebabnya karena setiap orang hidup dalam lingkungan yang khas, yang akhirnya membentuk tatanan nilai dan pendapat yang berbeda-beda. Dunia dalam kacamata keseharian warga di satu tempat tidak sama dengan dunia bagi warga lain di tempat lain. Sebuah foto dapat menjadi gambaran yang membuat orang lain di luar lingkungan kita mengerti bagaimana kita menjalani kehidupan dan memandang dunia, demikian latar belakang dari ide “Aku dan Kotaku” yang dijelaskan pada situs resmi Pannafoto Institute.

Workshop “Aku dan Kotaku” di Kupang akan difasilitasi oleh Ng Swan Ti (http://www.worldpressphoto.org/people/ng-swan-ti), Fotografer dari Pannafoto Institute, Jakarta. Ng Swan Ti adalah alumni workshop Yayasan World Press Photo di Jakarta dan Amsterdam.

Foto-foto Ng Swan Ti telah banyak muncul di publikasi domestik dan internasional . Swan Ti juga intensif terlibat dalam pendidikan fotografi dan kegiatan pendidikan fotografi di seluruh Indonesia . Terakhir, beliau menerbitkan buku foto dengan judul “Illusion”.

Selain Kupang, Workshop Fotografi “Aku dan Kotaku” juga dilakukan di Jakarta dan Malang ***

Photo Workshop “Aku dan Kotaku”, Kupang, 22 – 24 Oktober 2015

DIBUKA PHOTO WORKSHOP “AKU dan KOTAKU” | Kupang, 22 – 24 Oktober 2015

aku dan kotaku_kupang

TENTANG
SekolahMUSA bekerja sama dengan PannaFoto Institute, Jakarta akan melaksanakan Photo Workshop dengan tema: Aku dan Kotaku.

Workshop ini bertujuan untuk mengajak warga kota Kupang untuk melihat, merasa & merekam KOTA lewat fotografi kemudian mengembangkan dan mempresentasikan Personal Project dari foto -foto yang dihasilkan.

SYARAT & KETENTUAN

  • Max 6 Peserta (Peserta akan diseleksi)
  • Mentor: Swan Ti (PannaFoto Institute, Jakarta)
  • Bersedia membayar biaya Investasi Rp 300.000,- (termasuk lunch, snack, sertipikat)
  • Peserta Perempuan dan penyandang disabilitas diprioritaskan

 

CARA MENDAFTAR:

  • Calon peserta silahkan mengirimkan BIODATA dan PORTOFOLIO (hasil foto) ke sekolahmusa@gmail.com, minimal 10  foto dan maksimal 20 foto (72 dpi, sisi terpanjang 1000 pixel, kompresi 8)
  • FORMAT BIODATA yang dikirimkan adalah sebagai berikut :

1. Nama Lengkap
2. Nama Panggilan
3. Umur
4. J Kelamin
5. No HP (dengan WhatsApp direkomendasikan)
6. Nama Akun Facebook

  • Paling lambat 18 Oktober jam 15.00 WITA
  • Pengumuman Peserta Lolos seleksi akan dilakukan pada 18 Oktober, pukul 18.00 WITA, lewat Blog  dan Facebook Page SekolahMUSA

JADWAL:

Intensive Photo Workshop:
Hari/Tanggal: 22 – 23 Oktober 2015
Waktu : 10.00 – 17.00 WITA
Lokasi: Warung Beta, Jl. Cak Doko, Kupang

Presentasi Hasil Workhsop:
Hari/Tanggal: 24 Oktober 2015
Waktu: 16.00- 20.00 WIB
Lokasi: Warung Beta, Jl. Cak Doko, Kupang

Informasi Pendaftaran
www.akudankotaku.com
081337999414 (Danny) /WA atau SMS

Parampuan Pung Carita – Pameran Foto Fotografer Perempuan NTT

 

1601337_10204180147965998_7070667653624661096_n
Beberapa rekan SekolahMUSA dan Para fotografer perempuan kupang yang terlibat di Pameran Foto “Parampuan Pung Carita”.

Ebook tentang “Parampuan Pung Carita” (12 Mb) dapat diunduh disini: PPC Ebook

——

Kemajuan Fotografi di kota Kupang dan di NTT dalam 5 tahun terakhir ini sangat pesat. Di Kupang saja sudah lebih dari 10 komunitas fotografi berbasis genre yang berbeda. Kelompok fotografi di NTT berbasis Kabupaten pun tumbuh dengan pesat. Sejak awal berdirinya, SekolahMUSA sudah memfasilitasi dan mengikuti kurang lebih 5 pameran fotografi di Kupang. Dalam mengikuti dinamika kelompok-kelompok fotografi di Kupang dan NTT, ada sebuah fakta yang mengganggu: jumlah fotografer perempuan sedikit.

Suasana Workshop Fotogafi untuk Fotografer Perempuan, Parampuan Pung Carita
Suasana Workshop Fotogafi untuk Fotografer Perempuan, Parampuan Pung Carita

Fotografi adalah dunia yang cenderung maskulin, terkait dengan relasinya dengan gender dan sejarah kehadirannya di Indonesia. Ini adalah salah satu asumsi mengapa sedikit saja kaum  erempuan yang terlibat menggunakan seni dan medium fotografi untuk menyampaikan pesan: tentang dirinya, orang-orang disekitar dan lingkungannya. Sialnya, perkembangan medium ini, yang saat ini dikuasai kepentingan industri, iklan, pers dan media (termasuk media online) yang semakin menjerumuskan fotografi bukan sebagai media ungkap yang ekspresif dan personal, tapi sekedar bahasa tutur yang resmi, cantik, sopan dan tentu saja: MASKULIN.

Karena hal itulah tercetus ide untuk memberi ruang bagi fotografer perempuan di Kupang untuk mengekspresikan hasil foto mereka, tentang berbagai rasa yang hadir dalam kagum, takjub, sedih, marah, jijik, gembira, dan lain sebagainya. Memberikan wadah untuk eksplorasi, bukan sekadareksploitasi.

Narasumber dalam Diskusi Perempuan Dalam Media di NTT, salah satu aktifitas lain pada Workshop dan Pameran Foto "Parampuan Pung Carita"
Narasumber dalam Diskusi Perempuan Dalam Media di NTT, salah satu aktifitas lain pada Workshop dan Pameran Foto “Parampuan Pung Carita”

Pameran Foto “Parampuan Pung Carita” (PPC) ini dilaksanakan dalam dua seri. Seri pertama adalah workshop pada 7, 14 dan 21 Februari 2015 dan kedua adalah pameran foto pada 2 – 14 Maret 2015. Workshop diikuti oleh 7 peserta fotografer perempuan dan pameran foto diikuti oleh 201 fotografer perempuan se-NTT.

Sepanjang dinamika “Parampuan Pung Carita” ini, ketika membicarakan perempuan dan fotografi; kami bisa sepakat bahwa bagi perempuan, fotografi adalah bahasa yang personal. Paling tidak dalam konteks kegiatan “Parampuan Pung Carita ini”. Ada dua hal yang yang membuat kami membenarkan asumsi ini.

Pertama, pada awalnya kami memimpikan bisa mengundang 50 fotografer perempuan untuk ikut serta dalam pameran ini dan berakhir dengan 20 fotografer saja yang bersedia. Kebanyakan memberi alasan “foto saya belum bagus” atau “foto saya belum layak dipamerkan”, padahal kami bisa melihat kekuatan pesan dalam karya-karya mereka yang diunggah ke media sosial. Hal ini juga membuat kami semakin sadar bahwa penjara “foto harus indah” masih jadi momok bagi kebanyakan fotografer perempuan. Ini jadi pekerjaan rumah buat SekolahMUSA.

10407097_862840297095218_6889292830880131013_nKedua, dari karya-karya pameran ini kita bisa melihat karakter pesan yang sama dari semua foto peserta.: perempuan yang bercerita tentang perempuan. Semua peserta mengambil pesan tentang cara pandang, empati dan kontemplasi mereka tentang keberadaan perempuan. Kami yakin ini bukan sekadar karena tema pameran yang mengangkat “perempuan”, karena sejak awal kami sudah berpesan; foto apa saja diterima. Pameran ini kemudian seakan menjadi riset kami tentang perempuan dan fotografi di NTT.

Kedua hal ini kemudian mementahkan pernyataan yang bilang begini “Jangan marah kalau laki-laki suka memotret perempuan cantik. Sama saja! Karena pasti perempuan juga suka memotret laki-laki.”

Pameran ini membuktikan bahwa pernyataan ini salah besar!***