Kelas Berbagi

Pelatihan Fotografi PPA-Jemaat Betlehem Oesapa Barat

Pelatihan Fotografi PPA-Jemaat Betlehem Oesapa Barat

 

 

Praktek Lighting bersama Adhi Lintang Sodirin

 

Kali ini SkolMus membantu anak-anak remaja Pusat Pengembangan Anak – Jemaat Betlehem Oesapa Barat (PPP-JBOB IO0722), Kupang. Rata-rata berumur 15-18 tahun yang terdiri dari 8 orang (4 laki-laki & 4 perempuan). Dengan dimentoring oleh fotografi Adhi Lintang Sodirin, dan di bantu oleh mentor PPA Irony Saefatu.

Praktek Lighting
Praktek Lighting

Kelas Fotografi ini berjalan selama 8 kali pertemuan selama sebulan dari tanggal 3 oktober sampai 3 november. Materinya berupa Sejarah Fotografi, Komposisi, Genre, Lighting, Exposure dan praktek bersama. Kemudian dilakukan pameran 20 foto berukuran 60cmx40cm berbahan luster selama 7 hari tanggal selama 5 – 15 November di Gereja Betlehem, Jl. Sumatiro, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.

Suasana Pameran foto di halaman Gereja Betlehem
Suasana Pameran foto di halaman Gereja Betlehem
Suasana Pameran foto di halaman Gereja Betlehem

Berikut nama-nama remaja yang mengikuti kelas fotografi :

  1. Febri Octafianus
  2. Irfan Henukh
  3. Juan Anin Feto
  4. Fania Frans
  5. Wandi Hagi Wila
  6. Simon Tefa
  7. Santi Adoe
  8. Marlin Lobo

Kegiatan ini terselenggarakan dengan sumber dana dari Compassion melalui PPA JBOB.***

 

Workshop Fotografi JIKOM Undana

Workshop Fotografi JIKOM Undana

oleh Sekolah MUSA

16 Oktober 2018

 

Siang itu panas sekali dalam gedung Perpustakaan Universitas Nusa Cendana berlantai 2. Gedung berkapasitas 50 orang itu menjadi tempat workshop singkat fotografi kerjasama Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP – Universitas Nusa Cendana dan Sekolah MUSA.

Frengki Lollo membawakan sesi Genre dalam fotografi

 

Workshop ini masuk dalam mata kuliah Fotografi Komunikasi yang diampuh oleh Dosen Silvania S.E Mandaru S.Sos., M.Comn, Yohanes K.N Liliweri, S.Sn., M.Sn dan Mariana A.N Letuna, S. Sos., MA. Kemudian Sekolah MUSA mengisi beberapa materi fotografi yang bersifat teknis/praktek. Materinya berupa Exposure, Komposisi, Genre dalam Fotografi serta Pemberian Caption pada Foto.

 

Suasana workshop Fotografi

Workshop kemarin di mentoring oleh Putra Nunuhitu, Adhi Lintang dan Frengki Lollo. Yang kemudian dilanjutkan praktek singkat di sekitaran Pantai Lasiana pada sore harinya.

Praktek di pantai Lasiana
Praktek membuat Portrait

Dengan medium fotografi, para mahasiswa/i tersebut diwajibkan mampu menyampaikan pesan dalam bentuk fotografi sehingga tools yang digunakan beragam yakni, menggunkan handphone, camera pocket dan DSLR.

SekolahMUSA ikut “DocuCamp” : Belajar dari Alam dan Manusia

SekolahMUSA terlibat dalam Pelatihan film dokumenter “DocuCamp” yang di selenggarakan oleh Indonesia Nature Film Society (INFIS) selama delapan hari di Bogor dan Cianjur. Pelatihan ini merupakan DocuCamp kedua yang sukses dilaksanakan pada 3-10 September 2018 dengan diikuti 7 orang peserta yaitu, Agustinus Kalalu dari Sorong, Armin Septiexan dari SekolahMUSA, Cecep Sumarna dari Balai Taman Nasional Siberut, Edi Sabarudin dari WWF Indonesia, Irwan Johan dari Papua, Johan Gustiar Imbenai dari Balai Besar KSDA Papua (Kementrian LHK) dan Jumadi Jaya dari NTFP-EP Indonesia.


 

“…dengan DocuCamp maka kita bisa belajar banyak dari alam dan manusia.”

Program DocuCamp dimentori langsung oleh ke-6 pendiri INFIS yaitu Een Irawan Putra (Executive Director of Rekam Nusantara & Indonesia Nature Film Society), Nanang Sujana (Profesional Documentary Filmmaker), Wahyu Mulyono (Producer, Writer & Underwater Filmmaker), Yok Yok Hadiprakarsa (Wildlife & Ecology Specialist), Ridzki Rinanto Sigit (Director of Mongabay Indonesia) dan Irfan Yulianto (Marine Science Specialist). INFIS merupakan unit produksi film dari Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara yang berada di Bogor, Jawa Barat (http://inaturefilms.org/id/).

Indonesia Nature Film Society ini mengemas materi pelatihan dengan konsentrasi mengenai film dokumenter mulai dari pengenalan INFIS, proses produksi dokumenter, hutan dan kelautan dalam perspektif dokumenter, menggali ide cerita, menulis naskah untuk editing, menulis cerita dokumenter, INFIS Master Sharing Experience, pentingnya audio visual dalam strategi komunikasi dan advokasi, editing story hasil observasi dan screening film karya peserta. Peserta juga diajak menggali lebih dalam dan mengevaluasi isu-isu terkait sumber daya alam, lingkungan dan hubungannya dengan manusia untuk menentukan cerita kemudian menyampaikannya dalam bentuk audio visual.

Suasana belajar DocuCamp waktu malam hari di Saung Sarongge, Cianjur. ©Dokumentasi INFIS

DocuCamp adalah program pelatihan untuk membuka dan menemukan hal baru, menjadi pendengar dan bersikap terbuka terhadap dunia, belajar banyak dari alam dan manusia serta mengikuti rasa ingin tahu kita yang disampaikan melalui sebuah karya kreatif audio visual.

 

Foto bersama INFIS

Pelatihan ini dapat membuka cakrawala baru berpikir dalam menyampaikan sebuah realita melalui media yang efektif untuk menyuarakan gagasan atau ide tentang beragam hal dan mempengaruhi orang lain melalui informasi visual audio yang kita sampaikan. ***

– Sumber dari website INFIS

Yang baru di Jambore PAR GMIT 2018

SkolMus Kelas Fotografi ; Kelas Yakub (Melihat Dunia)

Tentang Jambore PAR GMIT V

 

Instalasi Pameran Foto ©Mats Manilapai

Jambore PAR (Pelayan Anak Remaja)  GMIT  tahun 2018 bertempat di Gereja Alfa Omega, Labat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rombongan peserta datang dari ratusan gereja yang tergabung dalam 46 klasis, 60 tim di bawah tema “Anak GMIT Citra Kristus” yang berlangsung selama satu minggu, dihadiri sekitar kurang lebih 1.500 anak-anak PAR dari seluruh NTT.

Pelaksanaan Jambore PAR GMIT tahun 2018 diharapkan membawa terobosan baru dalam pelaksanaannya. Berkaca dari evaluasi kegiatan-kegiatan Jambore PAR sebelumnya, kegiatan di tahun 2018 ini diharapkan dapat menjadi ajang apresiasi dan solidaritas anak dan remaja di GMITsecara utuh dan bukan saja sebagai ajang kompetisi. Karena itu usulan kegiatan PIAR (Pesta Iman Anak dan Remaja) pada Jambore PAR GMIT 2018 sebagai salah satu kegiatan utama diharapkan memiliki unsur pembaharuan konsep.

Karena itu konsep pelaksanaan PIAR Jambore PAR GMIT  ke-5  kemudian disepakati untuk menggabungkan antar proses pembentukan “Karakter Kristus” dengan konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) yang menitik beratkan pada apresiasi terhadap kepribadian dan kecerdasan anak secara individu dan sosial.

Kelas Melihat Dunia ; Kelas Cerdas

Kegiatan PIAR di Jambore PAR GMIT ke-5 tahun 2018 dibagi menjadi 4 kegiatan utama yaitu Kelas Cerdas, Jelajah Alam, Tur Kebhinekaan dan Selebrasi. 

Proses belajar Fotografi Dasar oleh Sekolah MUSA ©Wandry Dami
Seorang anak PAR sedang melihat Pameran Foto © Mats Manilapai
Suasana Pameran Foto ©Wandry Dami

SkolMus tergabung dalam kelas Cerdas yaitu Kelas Yakub (Melihat Dunia) untuk memfasilitasi 25 anak PAR belajar tentang Fotografi Dasar, kemudian melakukan hunting foto bersama yang di bagi pertema/kelompok kemudian foto-fotonya di pajang untuk pameran foto selama kegiatan berlangsung. Berikut nama-nama peserta kelas Melihat Dunia dari perwakilan klasis ;

  1. Merlyn Ottu (Kota Kupang)
  2. Andhika J. Funay (Kupang Barat)
  3. Paulus Ayub Animau (Alor Timur Laut)
  4. Naden M. W. Lay (Fatuleu Barat)
  5. Ayu J. Maro (Alor Barat Laut)
  6. Maya Liensi Bang  (Alor Barat Laut)
  7. Lahairoi Bolla (Rote Timur)
  8. Arni Katulote  (Kota Kupang)
  9. Jordan Haiain (Kota Kupang)
  10. Fransisko Messah (Pantai Baru)
  11. Ruben Redji (Sabu Barat)
  12. Aryanto Huru (Kota Kupang)
  13. Bulan Messah (Rote Barat Daya)
  14. Veri Tua Lesmana Sinaga (Flores)
  15. Adhitiar W. Krus (Sabu Timur)
  16. Ayu Tihelong (Kupang Barat)
  17. Lisna Ngause (Semau)
  18. Bayu Nenohaifeto(Mollo Barat)
  19. Fikryani Moy (Kupang Tengah)
  20. Fanny Napu (Kupang Tengah)
  21. Yoga Manu (Amanuban Timur Selatan)
  22. Winda Manihing (Kota Kupang)
  23. Stevani Siar (Kupang Timur)
  24. Fresti Manu (Amanuban Timur)
  25. Jedija Bien (Amanatun Utara)
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR

Kelas ini ditujukan kepada anak/remaja dengan dominan kecerdasan visual-spasial; yaitu anak-anak/remaja yang menunjukkan kemampuan untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang, menciptakan imajinasi dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk. ***

 

 

 

Workshop Pembuatan Konten Video Kreatif TELKOMSEL

TELKOMSEL bekerja sama dengan Sekolah MUSA untuk membawakan workshop singkat tentang Pembuatan Konten Video Kreatif pada tanggal 7 Juni 2018 di Dusun Flobamora. Ini bukan yang pertama kalinya TELKOMSEL bekerja dengan Sekolah MUSA. Sebelumnya bersama-sama melatih anak-anak di beberapa SMA Kota Kupang dalam Pembuatan video Pendek dalam Program Loop kePo. 

Workshop ini melatih peserta TAP (Telkomsel Apprentice Program) agar bisa membuat konten kreatif berupa video pendek berdurasi 2-3 menit dengan visual dan cerita yang kreatif. Peserta dengan rentang umur 18-25 tahun sangat antusias karena pelatihan ini sangat membantu mereka dalam hal membuat konten kreatif yang materinya bisa didapatkan dari lingkungan sekitar mereka.

Workshop ini di mentoring oleh Adhi Lintang Sodirin alumnus dari program Kelas Fotografi SekolahMUSA Angkatan II. Adhi sekarang menjadi mentor tetap SkolMus dan sedang berkarya di Kupang menjadi fotografer komersil. Lihat link bio Adhi https://www.instagram.com/adhilintang/

Dalam workshop singkat ini Adhi membagi pengalaman dan pengetahuannya dalam praktek pengambilan gambar, post processing dan hasilnya di unggah ke instagram dengan tagar TAP2018.  Materi yang diberikan antara lain Pelatihan basic videografi dan menggunakan aplikasi android Editing video menggunakan Kinemaster. ***

 

SkolMus Latih Partner LSM Action Against Hunger: YASATU dan LENTERA CIDEC

“Terima kasih banyak atas kursus singkat yang telah diberikan kepada kami Lentera CIDEC. Sebuah kursus yang menyenangkan dan membuka mata kami untuk melihat perspektif baru dari memotret” Willem Hopeng, salah satu peserta pelatihan dari Lenter CIDEC memberi pendapat tentang pelatihan dasar fotografi ini.

Sekolah MUSA kembali diminta untuk memfasilitasi pelatihan fotografi dasar oleh LSM ACTION AGAINST HUNGER (AAH). Kali ini pelatihan diberikan kepada 2 lembaga mitra kerja AAH, yaitu Lentera CIDEC dan YASATU.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para partner AAH dalam tugas meliput kegiatan di lapangan dengan perspektif fotografi yang baik. Diharapkan pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas pelaporan visual dengan cerita yang lengkap.

Pelatihan ini dimentori oleh dua orang pengajar-relawan SekolahMUSA yaitu Armin Septiexan dan Adhi Lintang Sodirin, keduanya adalah alumnus dari program Kelas Fotografi SekolahMUSA Angkatan I.

Materi yang diberikan antara lain Sejarah Fotografi, Pengenalan Kamera dan Lensa, Teknik Menuliskan Keterangan Foto, Teknik Dokumentas EDFAT, Visual literacy, Praktek dan evaluasi.

Walaupun materi yang disampaikan cukup padat, namun antusias peserta terlihat sangat tinggi. Tujuh jam pelatihan berjalan namun masih tetap semangat mengikuti setiap proses dari pagi sampai sore.

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari dan 02 Maret 2017, di OCD Beach Café, Lasiana. Peserta Pelatihan berjumlah 11 orang dari karyawan lapangan .YASATU mengikutkan 7 orang dan 4 orang dari Lentera CIDEC *** (Adhi Lintang Sodirin)

Ana-ana Taiftob Ju Bisa! – Kelas KetongBisa SkolMus + Lakoat Kujawas

Bangga rasanya melihat 15 remaja dari Desa Taiftob, Mollo, TImor Tengah Selatan berhasil memamerkan karya fotografi mereka.

Akhirnya, setelah mengikuti workshop fotografi bersama SekolahMUSA dan Gadgetgrapher NTT, 15 anak remaja dari Komunitas Lakoat Kujawas, desa Taiftob, Mollo, Timor Tengah Selatan memamerkan karya mereka di Pameran Foto dan Arsip perpustakaan bergerak Komunitas Lakoat Kujawas, di Kantor Camat Mollo, 12 – 19 Agustus 2017. Dalam catatan, pameran ini dikunjungi 800 kali, untuk pameran selama 6 hari.

Pameran foto bertemakan “Pulang” ini juga bagian dari Festival warga desa Taiftob, Festival ‘Pau Kolo” yang diselenggarakan oleh Komunitas Lakoat Kujawas. Refleksi “Pulang” adalah melihat kembali sejarah Mollo, melihat kembali kampung halaman dengan segala potensinya.

Sebelumnya, anak-anak remaja ini belajar bersama SekolahMUSA tentang fotogarfi selama 4 kali workshop dan bersama warga desa mereka merekam aktivitas harian mereka ke dalam medium foto lalu memamerkannya. Peserta dipinjamkan kamera poket selama 2 minggu dan mereka bebas bercerita terkait diri mereka, keseharian dan lingkungan mereka melalui medium foto.

Selain workshop dan pameran foto jugda ada workshop tari, teater, kelas bahasa Inggris, workshop sains (membuat robot sederhana) hingga presentasi teater oleh anak-anak Komunitas Lakoat Kujawas. Festival ini juga adalah ajang kolaborasi antara komunitas di Kupang dan Kapan, TTS.

Komunitas Lakoat.Kujawas adalah komunitas yang menyediakan wadah bagi anak dan orang muda, relawan dari berbagai disiplin ilmu, kelompok perempuan dan para petani, yang mengintegrasikan kewirausahaan sosial dengan komunitas kesenian, perpustakaan warga, ruang kerja kolaborasi, ruang arsip dan homestay di desa Taiftob, Mollo, Timor Tengah Selatan.  Informasi lain terkait Lakoat.Kujawas bisa diikuti di Instagram @lakoat.kujawas dan toko online kami di @lkjws.co

Foto-foto hasil karya 15 Anak ini dapat dilihat dibawah ini:

Foto oleh: Sisilia Tafui
Foto oleh: Sisilia Tafui

Foto oleh: Resi Nati

Foto oleh: Resi Nati

Foto oleh: Santi Banoet
Foto oleh: Santi Banoet
Foto oleh: Rani Laka
Foto oleh: Rani Laka
Foto oleh: Nesta Banfatin
Foto oleh: Nesta Banfatin
Foto oleh: Findi Lengga
Foto oleh: Findi Lengga
Foto oleh: Endiko
Foto oleh: Endiko
Foto oleh: Elen Talan
Foto oleh: Elen Talan
Foto oleh: Dino Sesfaot
Foto oleh: Dino Sesfaot
Foto oleh: Calista Tan
Foto oleh: Calista Tan
Foto oleh: Asri Banoet
Foto oleh: Asri Banoet
Foto oleh: Angki Sanam
Foto oleh: Angki Sanam
Foto oleh: Alma
Foto oleh: Alma

SkolMus Fasilitasi Pelatihan Fotografi “LIHAT, REKAM & CERITAKAN”, ACF Kupang

Pada 22 Juli 2016, SkolMus berkesempatan memfasilitasi pelatihan fotografi dasar yang dilaksanakan bekerja sama dengan ACF (Action Contra de la Faim), sebuah LSM Internasional  yang berkantor di Kupang.

skolmus_acf13 orang fasilitator mewakili SekolahMUSA; Danny Wetangterah, Dicky Mandaru  dan Karolus Naga memfasilitasi 12 peserta,

Dari tema “LIHAT, REKAM & CERITAKAN” pelatihan fotografi dasar ini, mengajarkan beberapa materi prinsip-prinsip fotografi yag penting seperti  Visual Literacy, Pentingnya Dokumentasi Sosial, Membuat Photo Story dan Praktek membuat Foto bercerita.

Materi-materi ini memotivasi peserta untuk dapat menggunakan fotografi dalam menceritakan cerita mereka. Bahwa fotografi bisa menjadi media yang dahsyat, dan dapat dipergunakan oleh siapapun yang tertarik untuk menggunakannya.

Metode yang dipakai adalah pendekatan apresiatif dan praktek langsung, membuat peserta aktif dan langsung bisa mencoba.

acf_featured

Beberapa hasil praktek foto dari pelatihan fotografi dasar ini. Setiap foto mewakili satu cerita.

Selain sebagai penguatan kapasistas staf, pelatihan ini diharapkan menjadi trigger bagi ide-ide kreatif fotografi bagi para staf ACF yang  bekerja pada isu-isu kemanusiaan di wilayah Kupang dan NTT.

Peatihan ini juga akan disusul dengan Pameran Foto kerja-kerja ACF Kupang, yang rencananya akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2016, di Lipo Plaza, Kupang

Jika ada yang tertarik untuk melaksanakan pelatihan seperti ini, silahkan jangan segan mengubungi  SkolMus ya.. :)*

SkolMus Hunting bersama Siswa SAKB

Pada Rabu, 16 Maret 2016, SkolMus menemani siswa-siswi Sekolah Abdi Kasih Bangsa (SAKB) Kupang untuk hunting foto bersama di beberapa lokasi di Kupang.

Hunting ini sebagai bagian dari praktek kelas Fotografi yang diadakan atas kerja sama SAKB Kupang dan SekolahMUSA. Sebelum praktek “hunting”  para siswa mengikuti kelas teori  selama 8 kali pertemuan.

Kelas berbagi tahun ini adalah kelas ke tiga setelah tahun lalu (2015) SkolMus juga bekerjsa sama dengan SAKB Kupang menjalankan Kelas Berbagi  untuk Fotografi dan Dokumentasi Film Pendek bersama siswa-siswi  SAKB.

skolmus-sakb-2016-thKelas berbagi Fotografi di SAKB Kupang dipandu oleh satu relawan pengajar SkoLMus dan diikuti 20 orang siswa kelas 6 SD SAKB.
Pada sesi teori  siswa diajak untuk mengengenal dan mencoba prinsip-prinsip kunci fotografi seperti visual literacy dan teknik dokumentasi sosial. Lalu setlah cukup memahami teori, siswa diajak untuk melakukan praktek lewat “hunting” foto bersama.

Praktek dokumentasi sosial dilakukan 5 lokasi di sekitar Kota Kupang, diantaranya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba, pantai pasir panjang, daerah sekitar Oebufu (sekitar Ramayanan Mall) dan derah sekitar Jl. Eltari.

Hasil dari praktek foto ini akan dibuat dalam sebuah proyek dokumentasi sosial oleh para siswa SD SAKB yang mengikuti kegiatan ini.  Direncanakan akan ada kelas lanjutan setelah liburan sekolah.

“Saya senang sekali. Karena anak-anak ternyata antusias sekali. Apalagi ketika hunting, semua mau terlibat. Ini bukti bahwa foto bisa dipakai oleh siapa saja untuk melakukan dokumentasi sosial” jelas Maria “Nomu” Mulle, relawan pengajar SkolMus yang menjadi mentor Kelas Berbagi di SAKB Kupang.

Selain sebagai relawan pengajar di SkolMus, Nomu juga adalah salah satu fotografer perempuan profesional di Kupang. Tidak banyak fotografer profesional perempuan di Kupang. Nomu salah satunya.

Selain pengetahuan tentang fotografi Kelas Berbagi SekolahMUSA menjalankan misi solidaritas berbagi tentang beberapa pengetahuan multimedia yang lain yaitu Video/Film, Aplikasi Desain Grafis, Internet/Sosial Media dan Kewirausahaan Sosial untuk Anak Muda dan Usaha Skala Kecil.

Bagi warga, komunitas, sekolah, lembaga yang juga ingin bekerja bersama dengan Kelas Berbagi SkolMus dan mendorong perubahan sosial lewat multimedia dapat menghubungi SekolahMUSA via kontak person Nona (081338207777) atau Destro (081239985907) atau bisa juga mengunjungi toko daring SekolahMUSA di link www.tokomusa.org, ***