Featured

Yang baru di Jambore PAR GMIT 2018

SkolMus Kelas Fotografi ; Kelas Yakub (Melihat Dunia)

Tentang Jambore PAR GMIT V

 

Instalasi Pameran Foto ©Mats Manilapai

Jambore PAR (Pelayan Anak Remaja)  GMIT  tahun 2018 bertempat di Gereja Alfa Omega, Labat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rombongan peserta datang dari ratusan gereja yang tergabung dalam 46 klasis, 60 tim di bawah tema “Anak GMIT Citra Kristus” yang berlangsung selama satu minggu, dihadiri sekitar kurang lebih 1.500 anak-anak PAR dari seluruh NTT.

Pelaksanaan Jambore PAR GMIT tahun 2018 diharapkan membawa terobosan baru dalam pelaksanaannya. Berkaca dari evaluasi kegiatan-kegiatan Jambore PAR sebelumnya, kegiatan di tahun 2018 ini diharapkan dapat menjadi ajang apresiasi dan solidaritas anak dan remaja di GMITsecara utuh dan bukan saja sebagai ajang kompetisi. Karena itu usulan kegiatan PIAR (Pesta Iman Anak dan Remaja) pada Jambore PAR GMIT 2018 sebagai salah satu kegiatan utama diharapkan memiliki unsur pembaharuan konsep.

Karena itu konsep pelaksanaan PIAR Jambore PAR GMIT  ke-5  kemudian disepakati untuk menggabungkan antar proses pembentukan “Karakter Kristus” dengan konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) yang menitik beratkan pada apresiasi terhadap kepribadian dan kecerdasan anak secara individu dan sosial.

Kelas Melihat Dunia ; Kelas Cerdas

Kegiatan PIAR di Jambore PAR GMIT ke-5 tahun 2018 dibagi menjadi 4 kegiatan utama yaitu Kelas Cerdas, Jelajah Alam, Tur Kebhinekaan dan Selebrasi. 

Proses belajar Fotografi Dasar oleh Sekolah MUSA ©Wandry Dami
Seorang anak PAR sedang melihat Pameran Foto © Mats Manilapai
Suasana Pameran Foto ©Wandry Dami

SkolMus tergabung dalam kelas Cerdas yaitu Kelas Yakub (Melihat Dunia) untuk memfasilitasi 25 anak PAR belajar tentang Fotografi Dasar, kemudian melakukan hunting foto bersama yang di bagi pertema/kelompok kemudian foto-fotonya di pajang untuk pameran foto selama kegiatan berlangsung. Berikut nama-nama peserta kelas Melihat Dunia dari perwakilan klasis ;

  1. Merlyn Ottu (Kota Kupang)
  2. Andhika J. Funay (Kupang Barat)
  3. Paulus Ayub Animau (Alor Timur Laut)
  4. Naden M. W. Lay (Fatuleu Barat)
  5. Ayu J. Maro (Alor Barat Laut)
  6. Maya Liensi Bang  (Alor Barat Laut)
  7. Lahairoi Bolla (Rote Timur)
  8. Arni Katulote  (Kota Kupang)
  9. Jordan Haiain (Kota Kupang)
  10. Fransisko Messah (Pantai Baru)
  11. Ruben Redji (Sabu Barat)
  12. Aryanto Huru (Kota Kupang)
  13. Bulan Messah (Rote Barat Daya)
  14. Veri Tua Lesmana Sinaga (Flores)
  15. Adhitiar W. Krus (Sabu Timur)
  16. Ayu Tihelong (Kupang Barat)
  17. Lisna Ngause (Semau)
  18. Bayu Nenohaifeto(Mollo Barat)
  19. Fikryani Moy (Kupang Tengah)
  20. Fanny Napu (Kupang Tengah)
  21. Yoga Manu (Amanuban Timur Selatan)
  22. Winda Manihing (Kota Kupang)
  23. Stevani Siar (Kupang Timur)
  24. Fresti Manu (Amanuban Timur)
  25. Jedija Bien (Amanatun Utara)
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR
Kolase foto anak-anak PAR

Kelas ini ditujukan kepada anak/remaja dengan dominan kecerdasan visual-spasial; yaitu anak-anak/remaja yang menunjukkan kemampuan untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang, menciptakan imajinasi dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk. ***

 

 

 

SkolMus Latih Partner LSM Action Against Hunger: YASATU dan LENTERA CIDEC

“Terima kasih banyak atas kursus singkat yang telah diberikan kepada kami Lentera CIDEC. Sebuah kursus yang menyenangkan dan membuka mata kami untuk melihat perspektif baru dari memotret” Willem Hopeng, salah satu peserta pelatihan dari Lenter CIDEC memberi pendapat tentang pelatihan dasar fotografi ini.

Sekolah MUSA kembali diminta untuk memfasilitasi pelatihan fotografi dasar oleh LSM ACTION AGAINST HUNGER (AAH). Kali ini pelatihan diberikan kepada 2 lembaga mitra kerja AAH, yaitu Lentera CIDEC dan YASATU.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para partner AAH dalam tugas meliput kegiatan di lapangan dengan perspektif fotografi yang baik. Diharapkan pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas pelaporan visual dengan cerita yang lengkap.

Pelatihan ini dimentori oleh dua orang pengajar-relawan SekolahMUSA yaitu Armin Septiexan dan Adhi Lintang Sodirin, keduanya adalah alumnus dari program Kelas Fotografi SekolahMUSA Angkatan I.

Materi yang diberikan antara lain Sejarah Fotografi, Pengenalan Kamera dan Lensa, Teknik Menuliskan Keterangan Foto, Teknik Dokumentas EDFAT, Visual literacy, Praktek dan evaluasi.

Walaupun materi yang disampaikan cukup padat, namun antusias peserta terlihat sangat tinggi. Tujuh jam pelatihan berjalan namun masih tetap semangat mengikuti setiap proses dari pagi sampai sore.

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari dan 02 Maret 2017, di OCD Beach Café, Lasiana. Peserta Pelatihan berjumlah 11 orang dari karyawan lapangan .YASATU mengikutkan 7 orang dan 4 orang dari Lentera CIDEC *** (Adhi Lintang Sodirin)

SkolMus Fasilitasi Pelatihan Fotografi “LIHAT, REKAM & CERITAKAN”, ACF Kupang

Pada 22 Juli 2016, SkolMus berkesempatan memfasilitasi pelatihan fotografi dasar yang dilaksanakan bekerja sama dengan ACF (Action Contra de la Faim), sebuah LSM Internasional  yang berkantor di Kupang.

skolmus_acf13 orang fasilitator mewakili SekolahMUSA; Danny Wetangterah, Dicky Mandaru  dan Karolus Naga memfasilitasi 12 peserta,

Dari tema “LIHAT, REKAM & CERITAKAN” pelatihan fotografi dasar ini, mengajarkan beberapa materi prinsip-prinsip fotografi yag penting seperti  Visual Literacy, Pentingnya Dokumentasi Sosial, Membuat Photo Story dan Praktek membuat Foto bercerita.

Materi-materi ini memotivasi peserta untuk dapat menggunakan fotografi dalam menceritakan cerita mereka. Bahwa fotografi bisa menjadi media yang dahsyat, dan dapat dipergunakan oleh siapapun yang tertarik untuk menggunakannya.

Metode yang dipakai adalah pendekatan apresiatif dan praktek langsung, membuat peserta aktif dan langsung bisa mencoba.

acf_featured

Beberapa hasil praktek foto dari pelatihan fotografi dasar ini. Setiap foto mewakili satu cerita.

Selain sebagai penguatan kapasistas staf, pelatihan ini diharapkan menjadi trigger bagi ide-ide kreatif fotografi bagi para staf ACF yang  bekerja pada isu-isu kemanusiaan di wilayah Kupang dan NTT.

Peatihan ini juga akan disusul dengan Pameran Foto kerja-kerja ACF Kupang, yang rencananya akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2016, di Lipo Plaza, Kupang

Jika ada yang tertarik untuk melaksanakan pelatihan seperti ini, silahkan jangan segan mengubungi  SkolMus ya.. :)*

SELAMAT, 11 Warga Kupang Peserta SkolMus Angkatan 5

skol5_thmbTahun ini, kelas tahunan SekolahMUSA kelas Fotografi digelar lagi.

11 orang warga kota Kupang lolos seleksi mengikuti Kelas Berbagi. Kelas Fotografi Dasar akan diikuti 11 orang dan Kelas Dokumenter diikuti oleh 4 orang warga.

Selamat bagi Para pendaftar yang telah lolos seleksi pendaftaran Kelas Fotografi untuk Dasar dan Dokumenter.

Persiapkan diri kalian teman-teman untuk berjumpa lagi pada kelas Perdana tanggal 04 Juni 2016 di Kantor Perkumpulan Pikul Jl. Cak Doko, No. 4, Kel. Oebobo Kupang – NTT, jam 6 sore.
Salam Solidaritas!

🙂

SekolahMUSA luncurkan toko daring, tokomusa.com

SekolahMUSA hari ini (6 April 2016) meluncurkan tokomusa.com, situs toko daring milik SekolahMUSA  sebagai tempat promosi dan penjualan produk dan jasa unit usaha SekolahMUSA. Toko online ini bisa dikunjungi di link : http://www.tokomusa.com

SekolahMUSA (SkolMus) dalam misi terus berbagi cahaya saat ini sedang dalam proses transformasi menjadi Wirausaha Sosial berbasis Komunitas (SkolMus Enterprise). Karena itu, selain melakukan aktifitas sosial lewat kelas tahunan, pameran dan program sosial lain, SkolMus menggagas beberapa layanan produk dan jasa yang menjadi aktifitas dari unit usaha SkolMus.

tokomusa-inProduk-produk dan layanan yang ditawarkan oleh unit usaha SkolMus berada dibawah 5 startup yaitu KaosKita, Danny’nFriends (DnF), KitongBISA! (KB), titikoma dan LokerNTT.

KaosKITA adalah unit usaha yang menjual produk kaos bertuliskan kampanye-kampanye sosial dengan moda custom order; artinya pelanggan boleh memesan kaos selama kaos tersebut mengkampanyekan pesan-pesan sosial untuk transformasi NTT.
Sedangkan Danny’nFriends adalah unit usah jasa dokumentasi foto, video dan desain grafis. Semua layanan DnF menggunakan gaya dokumentasi sosial yang kental dengan pesan yang kuat.
Sedangkan KitongBISA adalah layanan jasa pelatihan multimedia. Layanan pelatihan yang disediakan antara lain fotografi, dokumentasi film, website dan aplikasi multimedia lainnya bagi kelompk atau organisasi yang membutuhkan.

titikoma adalah jasa event organizer milik SkolMus yang secarakhusus bergerak untuk mengorganisir acara-acara sosial kretaif. Selama ini sudah berpengalaman mengorganisir kegiatan seperti Playing For Change, Pakariang, KITONG dan BABUSA.
Sedangkan yang paling terakhir adalah LokerNTT project adalah situs yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan yang bisa diakses oleh anak-anak muda di NTT untuk memudahkan merka mencari info lowongan pekerjaan di NTT. Situs lokerntt.com saat itu masih dalam pengerjaan. Akan resmi dilaunching sekitar bulan Juni atau Juli 2016.

Yuk, mari sebar info tentang tokomusa.com dan bantu SkolMus untuk terus berbagi solidaritas… terus berbagi cahaya!

Salam solidaritas

SKolMus

SMSG Kupang, Sukses! Kolaborasi bukan Kompetisi

Suasana Worksop SMSG Kupang, hari pertama
Suasana Worksop SMSG Kupang, hari pertama

Workshop Social Media for Social Good (SMSG) akhirnya sukses dilaksanakan di Kupang, pada 3 – 4 Oktober 2015, dan diikuti oleh 82 anak-anak muda dari berbagai komunitas di Kupang dan Soe, dari 107 orang yang mendaftar. Peserta datang dari berbagai latar belakang komunitas; dari komunitas Geng Motor sampai penyandang disabilitas.

Workshop selama 2 hari ini menghadirkan pembicara Hanny Kusumawati (Communication Consultant), Galih Aji, dari Earth Hour Indonesia dan Dicky Senda, dari MudaersNTT/#KupangBagarak

Suasana Worksop SMSG Kupang, hari kedua
Suasana Worksop SMSG Kupang, hari kedua

Dalam evaluasi yang dilakukan pasca workshop, 100% peserta menyatakan bahwa workhsop Social Media for Social Good yang dilakukan ini berguna dan memberikan pengetahuan baru bagi mereka. Ini memberikan angin segar bagi mendorong perubahan di Kupang dan NTT.

Dalam kesempatan kolaborasi anak-anak muda dari berbagai komunitas di Kupang ini, disepakati beberapa kesepakatan, diantaranya adalah; semua peserta sepakat untuk berkolaborasi bersama dalam aksi-aksi sosial dan kampanye via media sosial, di mulai dari Kupang dan akan memperlebar jejaring kolaborasi sampai ke NTT

. Juga, #Kupangbagarak  sebagai salah satu komunitas berbasis relawan di Kupang diminta untuk menjadi simpul dalam pendataan dan simpul komunikasi diantara komunitas-komunitas yang ada di Kupang.  SekolahMUSA dan #KupangBagarak akan melakukan pendataan komunitas-komunitas anak muda di Kupang. Hasilnya akan segera di Update di blog #KupangBagarak (http://www.kupangbagarak.wordpress.com) dan SekolahMUSA

Atas permintaan yang tinggi dari kawan-kawan di Soe, TTS, maka SekolahMUSA akan mengadaptasi konsep Workshop SMSG untuk dilakukan di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, bekerja sama dengan Forum Soe Peduli.  SMSG Soe direncanakan dilaksanakan pada 26 – 28 November 2015.

Workshop SMSG di Kupang ini terlaksana atas kerja sama SekolahMUSA dan KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau) atas dukungan dari US Embasssy***

SELAMAT!, bagi 8 Fotografer Kupang Yang Lolos untuk Ikut “Aku dan Kotaku”

SELAMAT! bagi 8 Fotografer Kupang Yang Lolos untuk Ikut “Aku dan Kotaku”

8 Fotografer di Kupang akhirnya lolos untuk mengikuti Workshop Fotografi “Aku dan Kotaku”, mereka yang lolos adalah:

  • Armin S. R. Djawa,
  • David Yuan,
  • Markus Ely Manafe,
  • Ketut Rudi,
  • Vera Odja,
  • Darminto Taebenu,
  • Frangky  L.
  • Agusto Mascarenhas.

aku&kotaku1Workhsop “Aku dan Kotaku” sendiri terlaksana atas kerja sama SekolahMUSA (Multimedia untuk Semua) Kupang dengan Pannafoto Institute, Jakarta, yang akan dilaksanakan pada 22 – 24 Oktober 2015. Workshop foto dilaksanakan pada 22-23 Oktober dan Presentasi hasil akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2015. Workshop 3 hari ini akan dilaksanakan di RM Warung Beta, Jl. Cak Doko, Kupang.

Workhsop “Aku dan Kotaku” adalah program rutin dari Pannafoto Institute dan Goethe Institut yang bertujuan untuk melatih warga, terutama anak muda untuk melihat, merasa dan merekam kota dimana mereka tinggal, mengembangkan dan mempresentasikan pesan mereka lewat fotografi.

Sebabnya karena setiap orang hidup dalam lingkungan yang khas, yang akhirnya membentuk tatanan nilai dan pendapat yang berbeda-beda. Dunia dalam kacamata keseharian warga di satu tempat tidak sama dengan dunia bagi warga lain di tempat lain. Sebuah foto dapat menjadi gambaran yang membuat orang lain di luar lingkungan kita mengerti bagaimana kita menjalani kehidupan dan memandang dunia, demikian latar belakang dari ide “Aku dan Kotaku” yang dijelaskan pada situs resmi Pannafoto Institute.

Workshop “Aku dan Kotaku” di Kupang akan difasilitasi oleh Ng Swan Ti (http://www.worldpressphoto.org/people/ng-swan-ti), Fotografer dari Pannafoto Institute, Jakarta. Ng Swan Ti adalah alumni workshop Yayasan World Press Photo di Jakarta dan Amsterdam.

Foto-foto Ng Swan Ti telah banyak muncul di publikasi domestik dan internasional . Swan Ti juga intensif terlibat dalam pendidikan fotografi dan kegiatan pendidikan fotografi di seluruh Indonesia . Terakhir, beliau menerbitkan buku foto dengan judul “Illusion”.

Selain Kupang, Workshop Fotografi “Aku dan Kotaku” juga dilakukan di Jakarta dan Malang ***

Photo Workshop “Aku dan Kotaku”, Kupang, 22 – 24 Oktober 2015

DIBUKA PHOTO WORKSHOP “AKU dan KOTAKU” | Kupang, 22 – 24 Oktober 2015

aku dan kotaku_kupang

TENTANG
SekolahMUSA bekerja sama dengan PannaFoto Institute, Jakarta akan melaksanakan Photo Workshop dengan tema: Aku dan Kotaku.

Workshop ini bertujuan untuk mengajak warga kota Kupang untuk melihat, merasa & merekam KOTA lewat fotografi kemudian mengembangkan dan mempresentasikan Personal Project dari foto -foto yang dihasilkan.

SYARAT & KETENTUAN

  • Max 6 Peserta (Peserta akan diseleksi)
  • Mentor: Swan Ti (PannaFoto Institute, Jakarta)
  • Bersedia membayar biaya Investasi Rp 300.000,- (termasuk lunch, snack, sertipikat)
  • Peserta Perempuan dan penyandang disabilitas diprioritaskan

 

CARA MENDAFTAR:

  • Calon peserta silahkan mengirimkan BIODATA dan PORTOFOLIO (hasil foto) ke sekolahmusa@gmail.com, minimal 10  foto dan maksimal 20 foto (72 dpi, sisi terpanjang 1000 pixel, kompresi 8)
  • FORMAT BIODATA yang dikirimkan adalah sebagai berikut :

1. Nama Lengkap
2. Nama Panggilan
3. Umur
4. J Kelamin
5. No HP (dengan WhatsApp direkomendasikan)
6. Nama Akun Facebook

  • Paling lambat 18 Oktober jam 15.00 WITA
  • Pengumuman Peserta Lolos seleksi akan dilakukan pada 18 Oktober, pukul 18.00 WITA, lewat Blog  dan Facebook Page SekolahMUSA

JADWAL:

Intensive Photo Workshop:
Hari/Tanggal: 22 – 23 Oktober 2015
Waktu : 10.00 – 17.00 WITA
Lokasi: Warung Beta, Jl. Cak Doko, Kupang

Presentasi Hasil Workhsop:
Hari/Tanggal: 24 Oktober 2015
Waktu: 16.00- 20.00 WIB
Lokasi: Warung Beta, Jl. Cak Doko, Kupang

Informasi Pendaftaran
www.akudankotaku.com
081337999414 (Danny) /WA atau SMS

SKOLMUS, KOPHI Gelar Worksshop Social Media for Social Good (SMSG)

Penggunaan alat digital di Indonesia sedang menjadi tren. Indonesia menempati peringkat ketiga dari pengguna Twitter di seluruh dunia dan nomer ke-4 dalam pengguna jejaring sosial Facebook.

SMSG_KUPANG_PUBSTren dalam menggunakan teknologi ini kebanyakan digunakan oleh kaum muda dan tinggal di daerah perkotaan disusul dengan kota-kota pinggiran perkotaan, dan daerah dengan jarak yang cukup jauh dari pusat literasi digital.

Memanfaatkan peluang itu, SkolMus bergabung dalam enam rangkaian lokakarya digital di Indonesia yang diberi judul Social Media for Social Good (SMSG), yang dilaksanakan di 6 Kota di Indonesia, termasuk di Kupang, NTT.

Di SMSG peserta akan diajak untuk belajar dan mempraktekkan bagaimana menggunakan Media Sosial untuk kepentingan sosial. Mulai dari menidentifikasi media sosial yang cocok, memilih dan menyusun dan menggunakan media sosial untuk mendukung aksi/gerakan perubahan sosial kita. Kita juga akan belajar dari rekan-rekan EarthHOur Indonesia yang telah berhasil menggunakan media sosial untuk kampanye mereka.

Lokakarya ini akan melibatkan 90 orang sebagai peserta lokal dari sektor pendidikan, wirausaha, sosial dan lingkungan dalam memanfaatkan kekuatan teknologi digital dan membuatnya dapat ‘berkerja’ dalam mengatasi masalah berskala lokal maupun nasional.
Peserta merupakan perwakilan dari warga, guru, LSM lokal, pengusaha lokal, administrator sekolah, mahasiswa dan perwakilan masyarakat sipil.

Dalam melaksanakan lokakarya ini, KOPHI bermitra dengan Titikoma, sayap usaha dari Sekolah Multimedia untuk Semua (MUSA) yang berfokus pada pengadaan acara yang mendorong perubahan sosial di daerah Kupang.

Kolaborasi secara publik dan privat ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sipil dengan alat dan pengetahuan untuk terlibat dalam aktivitas digital yang memiliki efek penggandaan pasca lokakarya ini yang lebih besar.

Lokakarya ini mengangkat keinginan sebagian masyarakat di luar wilayah metropolitan Jakarta dan pulau Jawa dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, pendidikan, dan kewirausahaan setempat untuk memanfaatkan perangkat digital untuk melakukan kampanye online, website, pembelajaran jarak jauh dan jurnalisme warga.

Di Kupang, SMSG akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada 3 – 4 Oktober 2015, (Sabtu dan minggu), di Hotel On The Rock.
Narasumber adalah Mbk Hanny Kusumawati, Galih Aji (Earth Hour Indonesia) dan kaka Dicky Senda (Dusun Flobamora, MudaersNTT, #KupangBagarak) yang akan memfasilitasi pelatihan ini. ***

Film untuk Semua (FuS) – Edisi UiAsa, Pulau Semau

FuS Uiasa, P. SemauKali ini FuS (Film untuk Semua) SkolMus di undang menyeberang ke Pulau Semau, tepatnya di Desa Uiasa, Kec. Semau.  Atas usulan warga, maka Film diputar di Gereja GMIT Sonaf Mole, Uiasa. Kali ini film utama yang diputar adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku.

Karena cuaca, perahu yang ditumpangi tim FuS SkolMus telat sampai. Dan pemutaran film baru bisa dilaksanakan sekitar jam 9 malam. Walau begitu, warga bersemangat menonton sampai selesai film, sekitar pukul 11.30 malam.

Selain film utama, diputar juga beberapa film pendek tentang inovasi dan pengelolaan rumput laut. Sebagian dari warga Uiasa adalah petani bawang dan rumput laut.***

Pameran Foto MATAHATI – 2015

Yang Terpenting dari Fotografi adalah Kemampuan Melihat

-Arbain Rambey, pewarta foto senior

PAMERAN FOTO “MATAHATI” 2015 – Komunitas SekolahMUSA (Multimedia untuk Semua) Kelas Fotografi angkatan 4 dan 25 Fotografer NTT


Latar Belakang

Kelas fotografi SekolahMUSA (KF SkolMus) saat ini telah memasuki angkatan ke-4. Sudah kurang lebih 32 warga kota matahati-coverKupang yang telah memilih KF SkolMus untuk tempat belajar untuk menggunakan medium foto untuk mengekspresikan bahasa jiwanya. Karena itu, KF SkolMus sepakat untuk memiliki sebuah agenda pameran anual sebagai tempat untuk mengekspresikan hasil-hasil karya fotografi dari para peserta KF SkolMus setiap tahunnya.

Selain itu, dalam rangka mencapai visi Warga Berdalaut, dengan keterlibatan 1000 warga dalam melakukan transformasi sosial lewat multimedia di tahun 2025 maka kegiatan pameran ini akan menjadi salah satu jalan menuju pencapaian visi ini. Pameran ini juga menjadi bagian penting untuk menjalankan misi “terus berbagi cahaya” SkolMus dan memperlebar jejaring Solidaritas Berbagi yang telah di kembangkan selama ini.

Juga, diharapkan dengan gagasan pameran tahunan ini, KF SkolMus ingin menyediakan ruang bagi para fotografer di Kupang untuk memiliki wadah pameran foto tahunan dengan karakter foto yang benar-benar mengeksplorasi kekuatan bahasa jiwa, yang memamerkan foto-foto terpilih yang keluar dari “kotak kebiasaan” bahwa foto hanya sebagai media menyampaikan berita yang bersifat 5W1H/jurnalistik, sehingga foto bisa di eksplorasi lebih luas juga sebagai media artistik.

Lalu Kenapa MATAHATI?

Tema MATAHATI dipilih sebagai sebuah refleksi kontemplatif dari perjalanan SekolahMUSA selama 4 tahun sejak 2011. Bagaimana kemudian misi “menyampaikan pesan” ini kemudian diterjemahkan sebagai sebuah seni yang artistik oleh peserta SekolahMUSA dan juga para fotografer lain yang berada di sekitar SekolahMUSA.

Karena itu dengan dipilihnya tema MATAHATI, pameran foto ini ingin meneruskan pesan-pesan kontemplatif para fotografer pesertanya lewat foto-foto yang dipamerkan, melibatkan seluas-luasnya opini visual para fotografernya.

Tema MATAHATI juga sengaja dipilih agar KF SkolMus bisa perlahan keluar dari zona nyaman branding “foto jurnalistik” yang selama ini melekat pada KF SkolMus atau orang-orang yang terlibat di SekolahMUSA.

Tujuan:

  • Sebagai wadah tahunan Kelas Fotografi SekolahMUSA untuk memamerkan karya para peserta kelas fotografi SekolahMUSA
  • Memberikan ruang ekspresi bagi fotografer di Kupang dan NTT untuk mengekspresikan karya-karya mereka
  • Sebagai bagian dari misi SekolahMUSA, mendorong perubahan sosial lewat multimedia.

Waktu dan Tempat
Pameran Foto MATAHATI akan dilaksanakan pada Rabu, 16 September s/d Sabtu, 19 September 2015 bertempat di ruang pameran Rumah Kerajinan Rakyat NTT, Jl. Moh. Hatta, Kupang.

Peserta yang terlibat
Fotografer Peserta yang terlibat terdiri dari 2 kategori, pertama adalah para peserta SekolahMUSA angkatan 4 dan fotografer undangan, termasuk para alumni KF SekolahMUSA dan fotografer NTT lainnya.

Para fotogrfer tersebut adalah:

Kelas Fotografi SekolahMUSA Angkatan 4:
1. Putra Nunuhitu
2. Ronny Wungouw
3. Vista Ratukitu
4. Lisye Adoe
5. Juan Nufninu
6. David Yuan
7. Imelda Key
8. Emilia Ursula

Fotografer Undangan yang akan diundang untuk ikut serta (MASIH MENUNGGU KONFIRMASI):

9. Leli Taolin
10. Maria Mulle
11. Regan
12. Alfred W. Djami
13. Markus Eli Manafe
14. Vence Dami
15. Mardi Tuaty
16. We Xiong
17. Bill Radja Pono
18. Hendrik Mau
19. Olivianus Dadi Lado
20. Helga Ndun
21. Rosna Bernadetha
22. Joni Trisongko
23. Anna Bian
24. Egen Bunga
25. Ambara Saraswati
26. Dicky Mandaru
27. Wens Laka
28. Jerry Lay
29. Martin Liufeto
30. Bachtiar Sontani
31. Tribuana Wetangterah
32. Simon Nany
33. Hexsa Saputra
34. Wilfridus Ero
35. Wilson Doubleyou
36. Armin R. Djawa
37. Ardi Ahmadi
38. Valentino Loius
39. Edy Due Woi
40. Ayank Chaniago
41. Abdinillah Massa

Kepanitiaan
Kepanitiaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

Pengarah dan Penanggung Jawab:
Danny Wetangterah
Markus Eli Manafe
Nona Mulle
Alfred W. Djami
Mardi Tuaty

Ketua Panitia: Ronny Wungouw
Sekretaris Panitia: Vista Mona Ratukitu

Anggota Tim

  1. Tim Penulis Konsep dan Proposal : Armin S. Radja Djawa, Putra Nunuhitu
  2. Tim Desain Publikasi dan Publikasi : Putra Nunuhitu, Deztro R.J
  3. Tim Pencari dan Penghubung Sponsor : Vista Mona, Maria Mulle
  4. Tim Keuangan, Pendaftaran dan Kumpul Foto: Emilia Ursula, Lisye Adoe
  5. Tim Acara, Administrasi dan Tiketing Pameran : Lisye Adoe, Imelda Key
  6. Tim PRINTING, DISPLAY dan PERLENGKAPAN FOTO: Regan Putra, Crysant N, David Yuan, Juan Nunuhitu
  7. Tim Dokumentasi Foto dan Video: Regan P, Deztro, Fillers L.
  8. Tim Keamanan: Un Weo, Benny Sitanaya, Fill Laisina

***

Tentang Sekolah MUSA

APA ITU SEKOLAHMUSA?

Logo SkolMus

SkolMus adalah sebuah komunitas dan wirausaha sosial dengan visi mendorong perubahan lewat multimedia. SkolMus sebelumnya bernama SekolahMUSA (Sekolah Multimedia untuk Semua), yang dibentuk dan diawali dari keprihatinan beberapa anak muda di Kupang, terhadap sulitnya akses belajar multimedia bagi warga, khususnya anakanak muda di Kupang.

Pada Mei 2011, tercetuslah ide untuk memulai sebuah komunitas belajar bersama dengan membuka “kelas berbagi” yang mengajarkan pengetahuan multimedia (fotografi, videografi desain grafis dan menulis kreatif) dengan pengajar dari sukarelawan praktisi fotografi di Kupang.

Sejak itu, SkolMus berkembang menjadi komunitas multimedia, terlibat dalam banyak kegiatan workshop, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan tahunan, misalnya Pameran Foto Mencari Jejak Kota Kupang, Pameran Foto Matahati, Pameran foto Lihat, Rekam, Ceritakan, Festival Film Kupang: Road to XXI Film Festival, InDocs Documentary Workshop, Playing For Change, KupangBagarak, Rote Mengajar, KITONG, dll.

Pada 2014, SkolMus kemudian bertransformasi menjadi wirausaha sosial. Sebagai wirausaha sosial SkolMus membuat dan menjalankan usaha sosialnya yang berfokus pada jasa pelatihan multimedia dan dokumentasi sosial.

Kelas Fotografi Remaja

Sejak itu Skolmus dipercayakan dan terlibat dalam pelatihan, mentoring, dan proyek dokumentasi sosial seperti Dokumentasi Sosial “Aku dan Kotaku” (bekerja sama dengan Pannafoto Institute), Workshop dan Pameran Foto “Parampuan Pung Carita”, mendukung proyek film “Siko” (bekerja sama dengan Komunitas Film Kupang) dan proses dokumentasi pengetahuan dan pembuatan buku “Semau Beta” (bersama PIKUL dan GEF).

Selain menjalankan usaha sosialnya, SkolMus juga menjalankan program sosial diantaranya Kelas Tahunan (telah mencapai angkatan 7), Kelas Foto Remaja, Kelas Fotografi “KetongBisa!” dan Akademi Kesempatan Kedua (Inkubasi Wirausahawan Muda berbasis Multimedia).

 

A. 2018 : Transformasi Baru

Pada Oktober 2018, dalam pertemuan tahunan, SkolMus bersepakat untuk bertransformasi penuh menjadi Wirausaha Sosial. Untuk transformasi itu ada beberapa perubahan besar:

  1. Perubahan Nama dan Logo: dalam banyak pertimbangan, merubah namanya menjadi Komunitas SkolMus  saja, bukan lagi SekolahMUSA. Atau Komunitas SkolMus – Multimedia untuk Semua
  2. Penegasan Elemen Wirausaha Sosial:SkolMus menegaskan diri sebagai Wirausaha Sosial dengan unit usaha yang disebut “SkolMus Enterprise”, yang menjalankan jasa multimedia dan dokumentasi sosial. Dan sebagai BUKTI komitmen SkolMus sebagai wirausaha sosial maka SkolMus memberikan 51% (lebih dari setengah) pendapatan/profit yang didapatkan dari SkolMus Enterprise untuk di re-investasi kembali kepada proyek sosial SkolMus (Kelas Tahunan, Workshop, Charity, dll)Catatan: Syarat reinvestasi profit 51% ke program sosial adalah syarat dasar setiap Wirausaha Sosial
  3. Menetapkan Standar Operasi :SkolMus menetapkan mekanisme dasar organisasi (keanggotan, struktur, dll), rating dan standar operasi administrasi dan keuangannya
  4. Menyepakati tanggak Ulang Tahun SkolMus yang baru: tanggal: 2 Oktober (Octobeer), dipilih karena: Memperingati hari dimana Alex dan Frans Mendur mendirikan IPPHOS (Indonesian Press Photo Service), Hari Anti Kekerasan Internasional. Penghargaan terhadap Alex dan Frans Mendur yang menginspirasi kerja-kerja dokumentari sosial SkolMus.

B. Visi & Misi

Visi: Pada 2023, Skolmus ingin agar 5000 orang warga di NTT mendapatkan pengetahuan mulitimedia dan berhasil melakukan perubahan yang berdampak sosial, pelestarian lingkungan dan kebudayaan dan memilik semangat kebersediaan untuk berbagi.

Visi ini “tagline”-kan dengan menjadi : SOLIDARITAS BERBAGI

Misi

Menciptakan, memfasilitasi, meningkatkan pengetahuan multimedia dan membangun jejaring warga yang melakukan perubahan sosial dengan pendekatan dokumentasi sosial.

Misi ini di”tagline” kan menjadi : TERUS BERBAGI CAHAYA!

Fotografer-fotografer Perempuan dalam Pameran Foto “Parampuan Punya Carita”

C. Nilai & Kepercayaan

4 hal yang mewakili siapa dan apa itu SkolMus?

  1. Dokumenter, Skolmus percaya bahwa dokumentasi sosial mampu mendorong perubahan yang transformatif
  2. Berbagi,Skolmus melakukan penyebaran dan penguatan pengetahuan multimedia dengan prinsip berbagi.
  3. Independen,Skolmus menjalankan aktifitas untuk pencapaian visinya sebagai kelompok/organisasi yang independen dan non-partisan
  4. Wirausaha Sosial;Skolmus mendapatkan dukungan finansial utamanya lewat menjalankan aktifitas ekonomi dengan cara wirausaha sosial

 

D. Layanan SkolMus

  1. Menyediakan pelatihan multimedia.Saat ini pelatihan yang dapat diduku ng oleh SkolMus adalah: fotografi, video/film, desain grafis, internet of things (IoT), dan wirausaha berbasis multimedia (bagaimana membangun usaha multimedia).
  2. Event Organizeruntuk acara-acara sosial atau acara berbasis multimedia.
  3. Menyediakan jasa multimediadan dokumentasi professional.
Logo SkolMus Enterprise

E. Proyek Sosial SkolMus:

  • Proyek Sosial SkolMus dapat berupa charity atau proyek sosial yang dilaksanakan oleh SekolahMUSA.
  • Dukungan terhadap proyek sosial tertentu akan disepakati bersama.
  • Proyek Sosial rutin SkolMus dalam agenda tahunan, diusulkan dalam bentuk: ToT Fotografi, Workshop dan Buku foto dan Pameran dengan angle pesan sosial yang dilaksanakan minimal 1 tahun sekali.
  • Kelas Tahunan masuk dalam proyek sosial yang disubsidi 50% oleh Proyek Sosial SkolMus. Subsidi diberikan untuk mendukung “organizer” kelas / Kordinator Kelas Tahunan.***